Khowin, Ari Jalu Nur (2025) Media Karawitan Sebagai Bekal Memperkuat Nilai Pembelajaran PAI Toleransi dan Anti Diskriminasi di SMPN 1 Badegan dan SMPN 2 Badegan. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
505230033_ARI JALU NUR KHOWIN_PAI.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kasus diskriminasi dan intoleransi antar pelajar. Sehingga pelaksanaan pembelajaran khususnya PAI memiliki tantangan dalam memperkuat nilai-nilai moderasi yaitu toleransi dan antidiskriminasi. Penelitian penting untuk dilakukan karena media karawitan selain
sebagai ekstrakurikuler juga memiliki potensi dalam memperkuat nilai-nilai
pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pemahaman dan pandangan
guru PAI serta peserta didik terkait diskriminasi dan toleransi. 2) Proses media
karawitan dalam memperkuat pembelajaran PAI terkait nilai-nilai toleransi dan
anti-diskriminasi. 3) Tantangan serta hambatan menerapkan media karawitan dalam
memperkuat nilai-nilai toleransi dan anti-diskriminasi.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan menggunakan pendekatan
kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman yaitu
kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan penelitian ini yaitu: 1) Pemahaman dan pandangan guru PAI terkait
diskriminasi dan toleransi di SMPN 1 Badegan tergolong sangat baik, terbukti dari
kemampuan definisi yang sesuai teori Banton dan Michael Walzer, begitu pula di
SMPN 2 Badegan yang didukung wawancara dan analisis data. Namun,
pengetahuan siswa di kedua sekolah masih tahap sedang dibandingkan teori. 2)
Proses media karawitan dalam memperkuat nilai toleransi dan anti-diskriminasi di
SMPN 1 dan 2 Badegan selaras teori Nana Sudarjana yaitu melalui kegiatan
membuka pelajaran dengan salam dan pemanasan mengikuti gerakan sederhana
memainkan gamelan, selanjutnya kegiatan penyampaian filosofi dan kaitannya
dengan nilai toleransi dan anti diskriminasi, diskusi, serta praktik bermain musik
bersama yang memperkuat kekompakan. Kegiatan ditutup dengan evaluasi yang
disampaikan guru dan berdoa. 3) Tantangan di SMPN 1 Badegan adalah mengatasi
persepsi beragam tentang karawitan dan menerjemahkan konsep abstrak agar
mudah dipahami siswa, sedangkan di SMPN 2 Badegan adalah keterbatasan sumber
daya dan cara meningkatkan minat siswa pada karawitan di tengah popularitas
musik lain.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Miftahul Huda Ju' Subaidi |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 07 May 2025 02:31 |
| Last Modified: | 07 May 2025 02:31 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32347 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
