Binangkit, Bagus (2025) Analisis Negosiasi Terhadap Perkawinan Beda Ormas Di Kabupaten Ponorogo. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
503230034_Bagus Ahmad S B_Hukum Keluarga Islam.PDF Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Binangkit, Bagus Ahmad Setyo, 2025. ANALISIS NEGOSIASI TERHADAP PERKAWINAN BEDA ORMAS KEAGAMAAN DI KABUPATEN PONOROGO. Tesis. Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Prof. Dr. Miftahul Huda, M.Ag. dan Dr. Lukman Santoso, M.H.
Kata Kunci: Negosiasi, Perkawinan Beda Ormas Keagamaan
Perkawinan beda organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan Islam di Kabupaten Ponorogo menjadi fenomena sosial yang menarik untuk dikaji, mengingat kuatnya afiliasi keormasan dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola negosiasi yang terjadi dalam proses perkawinan antara pasangan dengan latar belakang ormas Islam yang berbeda, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamaah Tabligh, LDII dan MTA. Perbedaan latar belakang keagamaan dari ormas tersebut sering kali menimbulkan tantangan dalam pernikahan. Namun, proses negosiasi yang melibatkan komunikasi, pemahaman, dan kompromi memungkinkan pasangan serta keluarga mereka mencapai kesepakatan yang harmonis.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan hukum Islam dengan teori negosiasi. Dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi serta wawancara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif dan deduktif.
Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Menganalisis pola negosiasi yang terjadi dalam proses perkawinan beda Ormas keagamaan di Kabupaten Ponorogo. 2) Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan negosiasi dalam perkawinan beda Ormas keagamaan di Kabupaten Ponorogo. 3) Menganalisis implikasi sosial dari pola negosiasi perkawinan beda Ormas keagamaan terhadap keharmonisan masyarakat di Kabupaten Ponorogo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola negosiasi dalam perkawinan beda ormas melibatkan proses komunikasi, pemahaman dan kompromi. Meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara organisasi masyarakat Islam seperti Muhammadiyah, NU, Jamaah Tabligh, LDII dan MTA, negosiasi dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai Islam, keterbukaan, dan toleransi. Proses negosiasi dalam perkawinan beda ormas mencakup identifikasi masalah, konsultasi dengan tokoh agama, pencarian solusi bersama, serta pencapaian kompromi yang diterima kedua belah pihak. Faktor yang memengaruhi keberhasilan negosiasi dalam perkawinan beda ormas meliputi dukungan keluarga, lingkungan sekitar, komunikasi dan keterbukaan, keadilan, tujuan perkawinan, pendekatan Agama budaya dan sikap saling menghargai menghormati. Keberhasilan perkawinan beda ormas sangat bergantung pada negosiasi, komunikasi, toleransi, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial. Dukungan dari tokoh agama, keluarga, dan komunitas berperan penting dalam membangun lingkungan yang inklusif bagi pasangan. Dengan komunikasi yang baik dan sikap terbuka, perkawinan beda ormas dapat berjalan harmonis serta memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Miftahul Huda,Lukman Santoso |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 19 May 2025 01:51 |
| Last Modified: | 19 May 2025 01:51 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32555 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
