Anwar, Jazuli (2025) Hibah Sebagai Alternatif Pembagian Waris: Perspektif Struktural Fungsional Dan Maqāṣid al-Sharī‘ah Pada Masyarakat Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
503230026_JAZULI ANWAR_HKI.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Anwar, Jazuli 2025. Hibah Sebagai Alternatif Pembagian Waris: Perspektif Struktural Fungsional Dan Maqāṣid al-Sharī‘ah Pada Masyarakat Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Tesis. Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing 1: Prof. Dr. H. Miftahul Huda, M.Ag., Pembimbing 2: Dr. Abid Rohmanu, M.H.I.
Kata Kunci/keywords: hukum waris, hibah, Struktural Fungsional, Maqāṣid al-Sharī‘ah, masyarakat Dolopo.
Penelitian ini membahas fenomena pembagian warisan melalui hibah yang dilakukan sebelum pewaris meninggal dunia merupakan praktik yang marak terjadi di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Masyarakat lebih memilih mekanisme ini sebagai alternatif dibanding mengikuti ketentuan hukum waris Islam secara formal, karena dinilai lebih adil, fleksibel, dan mampu menghindari potensi konflik antar ahli waris. Praktik hibah ini lahir dari kebutuhan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan warisan secara damai dan berbasis musyawarah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik hibah dalam pembagian warisan dengan menggunakan dua perspektif: teori Struktural Fungsional Talcott Parsons dan konsep Maqāṣid al-Sharī‘ah Jasser Auda. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan fokus pada fungsi sosial, nilai budaya, dan tujuan hukum dalam praktik hibah tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hibah dalam masyarakat Dolopo memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi sosial, yaitu menjaga keharmonisan keluarga dan mencegah konflik horizontal. Kedua, fungsi kultural, yaitu berbasis pada nilai lokal yang menekankan keadilan substantif dan kesepakatan bersama. Dalam analisis Struktural Fungsional, praktik ini memenuhi unsur adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pelestarian nilai-nilai sosial (AGIL). Dari perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah, hibah dipandang mampu menjaga lima prinsip utama: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa hibah sebagai metode pembagian waris bukan hanya solusi praktis, tetapi juga mencerminkan sistem sosial yang adaptif dan progresif dalam merespons dinamika zaman. Temuan ini mengindikasikan pentingnya reformulasi hukum waris Islam agar lebih kontekstual, adil, dan sesuai dengan karakter masyarakat yang majemuk. Praktik hibah di Kecamatan Dolopo dapat menjadi model penerapan hukum Islam yang maslahat dan berkeadilan sosial
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Miftahul Huda, Abid Rohmanu |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 22 May 2025 04:42 |
| Last Modified: | 22 May 2025 04:42 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32708 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
