Ahzani, Fahchurizal (2025) Analisis Interlegalitas Hukum terhadap Disparitas Penghulu dalam Menetapkan Wali Nikah yang Berada di Tempat Jauh (Masāfat al-Qaṣr) di Kabupaten Ponorogo. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
503230002_FAHCHURIZAL AHZANI_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf Download (7MB) | Preview |
Abstract
Ahzani, Fahchurizal. 2025. Analisis Interlegalitas Hukum terhadap Disparitas Penghulu dalam Menetapkan Wali Nikah yang Berada di Tempat Jauh (masāfat al-qaṣr) di Kabupaten Ponorogo. Tesis. Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana IAIN Ponorogo. Pembimbing 1: Prof. Dr. Miftahul Huda, M.Ag. Pembimbing 2: Dr. Rohmah Maulidia, M.Ag.
Kata kunci: Wali Nikah, masāfat al-qaṣr, Penghulu, Hukum Islam, Hukum Negara, Hukum Adat.
Penelitian ini membahas disparitas dalam penetapan wali nikah bagi calon pengantin yang walinya berada jauh (masāfat al-qaṣr) di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik interlegalitas hukum dalam disparitas tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta menelaah implikasinya terhadap hak-hak para pengantin di Kabupaten Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan penghulu serta studi dokumen terhadap regulasi, seperti PMA No. 20 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan tiga pendekatan utama dalam penetapan wali nikah: pragmatis (memungkinkan peralihan wali ke wali hakim dengan pertimbangan sosial-administratif), moderat (menyeimbangkan regulasi negara dan fikih Islam dengan solusi administratif), dan normatif (menerapkan regulasi secara ketat tanpa fleksibilitas).
Disparitas ini dipengaruhi oleh lima faktor utama: keragaman sumber hukum, latar belakang pendidikan dan pemahaman hukum, tekanan adat, pengaruh tokoh agama, serta perubahan regulasi. Implikasinya meliputi: (1) Ketidakpastian hukum dan potensi sengketa, terutama dalam pendekatan pragmatis; (2) Ketidakkonsistenan implementasi hukum dan forum shopping, di mana masyarakat mencari penghulu yang lebih fleksibel; (3) Hambatan aksesibilitas pernikahan dan meningkatnya nikah sirri akibat regulasi yang ketat; dan (4) Ketegangan antara hukum negara, Islam, dan adat, dengan pendekatan pragmatis lebih menyesuaikan dengan hukum adat, sementara normatif menegaskan supremasi hukum negara.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah menetapkan standar hukum, praktik di lapangan masih bervariasi. Diperlukan kebijakan yang lebih adaptif guna mengurangi ketidakpastian hukum dan mencegah penyalahgunaan aturan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Miftahul Huda & Rohmah Maulidia |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 May 2025 01:43 |
| Last Modified: | 26 May 2025 01:43 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32797 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
