..(TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG).. PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP ISTRI BERPERAN GANDA:STUDI KASUS DI DESA WONOANTI KECAMATAN TULAKAN KABUPATEN PACITAN

VERDIAN, ALVIANSYAH (2025) ..(TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG).. PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP ISTRI BERPERAN GANDA:STUDI KASUS DI DESA WONOANTI KECAMATAN TULAKAN KABUPATEN PACITAN. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Di Kabupaten Pacitan, banyak istri menjalankan peran ganda sebagai kepala keluarga, pencari nafkah, atau pendamping suami. Peran ini sering menimbulkan tekanan karena tuntutan pekerjaan dan keluarga yang bertabrakan, sehingga banyak wanita merasa bersalah. Dalam Islam, wanita dihormati dalam tiga peran utama: ibu, istri, dan anggota masyarakat. Islam membolehkan wanita bekerja dengan syarat tertentu untuk menjaga kesejahteraan mereka. Konflik peran yang tidak diimbangi keadilan dalam rumah tangga dapat menyebabkan keretakan hubungan, termasuk meningkatnya angka perceraian.
Penelitian ini bertujuan mengkaji pandangan hukum Islam terhadap istri yang berperan ganda di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan dampaknya terhadap keluarga, baik secara emosional, fisik, maupun sosial. Penelitian ini juga berupaya memahami bagaimana ajaran Islam menawarkan solusi atas persoalan ini.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Desa Wonoanti. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami pandangan hukum Islam dalam konteks lokal.

Hasil dari penelitian ini menjelaskan dalam Islam Prespekif Hukum Islam Terhadap Faktor-Faktor Penyebab Istri Berperan Ganda Di Desa Wonoanti Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan sebagai berikut : Pertama, Istri yang mengajukan perceraian dengan alasan bahwa Ketidakmampuan suami dalam memenuhi kewajiban nafkah dan ketidakadilan dalam pembagian peran rumah tangga menjadi penyebab utama istri mengajukan perceraian. Dalam Islam, nafkah adalah tanggung jawab suami yang tidak bisa diabaikan, dan ketika kewajiban ini dilalaikan, pernikahan rentan mengalami konflik. Peran ganda yang dijalani istri tanpa dukungan memadai menimbulkan ketegangan dan kelelahan, yang pada akhirnya merusak keharmonisan rumah tangga. Kedua, Wanita berperan ganda yang masih berlanjut hubungan kekeluargaannya: Peran ganda wanita dalam rumah tangga sering muncul akibat ketidakmampuan suami memenuhi kewajiban nafkah sebagaimana diatur dalam Islam. Faktor ekonomi, tanggung jawab keluarga, dan keinginan untuk berkembang mendorong wanita bekerja sambil mengurus rumah tangga, meskipun membawa beban fisik dan mental yang berat. Karena itu, penting bagi suami untuk menjalankan tanggung jawab nafkah agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan dalam keluarga. Perspektif Hukum Islam Terhadap dampak istri berperan ganda Di Desa Wonoanti Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan sebagai berikut: Dalam perspektif hukum Islam, peran ganda istri di Desa Wonoanti yang menyebabkan kelelahan, kurangnya pengasuhan anak, dan terabaikannya kesehatan fisik serta mental, merupakan bentuk ketidakadilan jika tidak disertai dukungan dari suami. Islam menekankan pentingnya keadilan (adl) dan solidaritas (takaful) dalam rumah tangga, serta kewajiban suami untuk menafkahi, membantu pengasuhan anak, dan menjaga keseimbangan agar keluarga tetap harmonis dan istri tidak terbebani secara berlebihan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: FUADY ABDULLAH
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 10 Jun 2025 08:09
Last Modified: 10 Jun 2025 08:09
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33222

Actions (login required)

View Item View Item