Ilyasa, Bahrun Naja (2025) Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Mengembangkan Brand Image (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an Ponorogo). Masters thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
502230015_BAHRUN NAJA ILYASA_MMPI.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Ilyasa, Bahrun Naja. 2025. Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan dalam Mengembangkan Brand Image (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an Ponorogo). Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd. (2) Dr. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.
Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Jasa Pendidikan, Brand Image
Pendidikan yang berkualitas di Indonesia sangat penting untuk kemajuan peserta didik. Berbagai program unggulan di madrasah sengaja ditonjolkan untuk dapat menarik minat orang tua dan siswa agar mendaftar di madrasah tersebut. Seperti halnya MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an yang terus berupaya dalam mengembangan citra madrasah di mata masyarakat dengan mengenalkan berbagai program unggulan dan kegiatan tahunan yang dimiliki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran jasa Pendidikan yang dilakukan oleh MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an dalam mengembangkan brand image madrasah, dengan fokus pembahasan; 1) Tahapan strategi pemasaran; 2) Implementasi strategi pemasaran; 3) Implikasi strategi pemasaran.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang berlokasi di MI PAS Baitul Qur’an. Objek penelitian adalah manajemen strategi pemasaran jasa Pendidikan. Adapun metode pengumpulan data dengan melalukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi: Pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini yaitu: Pertama, tahapan strategi pemasaran jasa Pendidikan diawali dengan; 1) mengidentifikasi pasar yaitu PG/TK yang berpotensi melanjutkan ke MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an; 2) segmentasi pasar berdasarkan demografis, geografis, psikologis, dan perilaku; 3) membuat diferensiasi produk dengan program unggulan dan ekstrakurikuler; 4) menentukan pemasaran dengan mengoptimalkan media sosial, peran alumni, kegiatan dan brosur. Kedua, Implemenasi pemasaran jasa Pendidikan dilakukan dengan menerapkan 7P marketing mix berupa; 1) product yang mencakup program unggulan, ekstrakurikuler, dan kurikulum; 2) price atau biaya Pendidikan terjangkau dan bisa diterima semua golongan; 3) place yaitu memiliki Lokasi yang mudah dijangkau dan lahan yang luas; 4) promotion yaitu mengoptimalkan media sosial, kegiatan sosial dan pelatihan, event olimpiade, dan peran alumni; 5) people yaitu seluruh SDM madrasah baik guru, staff, siswa, orang tua dan masyarakat sekitar; 6) process dengan menggunakan kurikulum mandiri, dan pelayanan tertib, 7) physical evidence adanya gedung dan fasilitas pembelajaran yang memadai. Ketiga, Implikasi strategi pemasaran jasa Pendidikan yaitu; 1) Diferensiasi lembaga pada program, kurikulum kegiatan dan kebijakan madrasah; 2) Meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas madrasah dengan kenaikan jumlah siswa yang signifikan selama 5 tahun terakhir; 3) Mempengaruhi Keputusan orang tua dengan adanya penawaran program unggulan dan profil kelulusan santri; 4) Meningkatkan loyalitas dan retensi siswa lama dengan adanya kesempatan mengukir banyak prestasi dan pengalaman; 5) Memiliki relasi dan reputasi baik jangka panjang dengan cabang binaan MI Baitul Qur’an, perguruan tinggi, ummi foundation, stockholder, dan lembaga Pendidikan lain di Ponorogo untuk keberlangsungan layanan Pendidikan MI Baitul Qur’an. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya MI Baitul Qur’an telah berhasil mengembangkan brand image atau citra yang baik di mata masyarakat hingga saat ini dengan menerapkan strategi yang tepat.
ABSTRACT
Ilyasa, Bahrun Naja. 2025. Marketing Strategy for Educational Services in Brand Image Development (Case Study at Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur'an Ponorogo). Thesis. Islamic Education Management Study Program. Postgraduate of the State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. Supervisor: (1) Prof. Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd. (2) Dr. Elfi Yuliani Rochmah, , M.Pd.
Keywords: Marketing Strategy, Education Services, Brand Image
Quality education in Indonesia is crucial for student development. Various flagship programs in madrasas are deliberately highlighted to attract parents and students to enroll. MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur'an continuously strives to develop the madrasa's image in the community by introducing various flagship programs and annual activities.
This study aims to examine the education service marketing strategies implemented by MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur'an in developing the madrasa's brand image, focusing on: 1) Marketing strategy stages, 2) Marketing strategy implementation, and 3) Marketing strategy implications.
The research uses a descriptive qualitative method with a case study approach at MI PAS Baitul Qur'an. The research object is education service marketing strategy management. Data collection methods include interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques follow Miles, Huberman and Saldana's model, including: data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing.
The research findings show: First, the stages of education service marketing strategy begin with: 1) Market identification of potential kindergarten students continuing to MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur'an, 2) Market segmentation based on demographic, geographic, psychographic and behavioral factors, 3) Product differentiation through flagship programs and extracurricular activities, 4) Marketing determination by optimizing social media, alumni roles, activities and brochures. Second, the implementation of education service marketing applies the 7P marketing mix: 1) Product covering flagship programs, extracurriculars, and curriculum, 2) Affordable Price acceptable to all groups, 3) Place with easily accessible location and spacious land, 4) Promotion through social media optimization, social activities, training, olympiad events, and alumni roles, 5) People including all madrasa human resources (teachers, staff, students, parents and community), 6) Process using independent curriculum and orderly services, 7) Physical Evidence through adequate buildings and learning facilities. Third, the implications of education service marketing strategy include: 1) Institutional differentiation through programs, curriculum, activities and madrasa policies, 2) Increased trust and credibility with significant student growth over five years, 3) Influencing parental decisions through flagship program offerings and graduate profiles, 4) Enhancing student loyalty and retention through achievement opportunities and experiences, 5) Establishing long-term relations and good reputation with MI Baitul Qur'an branches, universities, Ummi Foundation, stakeholders, and other educational institutions in Ponorogo for educational service sustainability. In conclusion, MI Baitul Qur'an has successfully developed a good brand image in the community by implementing appropriate strategies
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Muhammad Thoyib Elfi Yuliani Rochmah |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 16 Jun 2025 05:46 |
| Last Modified: | 16 Jun 2025 05:46 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33535 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
