Solikah, Kholifatus (2025) Manajemen Pengembangan Kurikulum Mu'adalah di MA Salafiyah Pondok Tremas Pacitan. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
TESIS_KHOLIFATUS SOLIKAH_502230004_MPI.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Solikah, Kholifatus 2025, Manajemen Pengembangan Kurikulum Mu’adalah di Madrasah Aliyah Salafiyah Pondok Tremas Pacitan. TESIS. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Umar Sidiq, M. Ag, Dr. Dhinuk Puspita Kirana, M. Pd.
Kata Kunci: Manajemen, Pengembangan Kurikulum, Mu’adalah
Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren salafiyah, dengan kekhasan kajian kitab kuning, kini menghadapi tantangan integrasi dengan sistem pendidikan formal nasional. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan kurikulum Mu’adalah sebagai bentuk penyetaraan dan pengakuan formal terhadap pendidikan pesantren. MA Salafiyah Pondok Tremas Pacitan, sebagai pesantren salafiyah yang telah mendapatkan pengakuan Mu’adalah sejak tahun 2006, terus berupaya mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum tanpa menghilangkan jati dirinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan kurikulum Mu’adalah, yang meliputi: (1) Perencanaan pengembangan kurikulum Mu’adalah. (2) Pelaksanaan pengembangan kurikulum Mu’adalah (3) Evaluasi pengembangan kurikulum Mu’adalah
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik serta member check.
Berdasarkan analisis manajemen pengembanagan kurikulum Mu’adalah di MA Salafiyah Pondok Tremas ditemukan bahwa: (1) Perencanaan: Tujuan utama adalah membentuk generasi berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, cerdas secara intelektual, dan mampu mengintegrasikan ilmu agama dan umum. Kurikulum dirancang berdasarkan Mu’adalah Salafiyah, menggabungkan kurikulum pesantren dan umum. Metode pembelajaran meliputi ceramah, diskusi, dialektika, wetonan, sorogan, dan praktik, dengan bahan ajar berupa kitab kuning dan LKS. Evaluasi perencanaan melibatkan seluruh elemen pesantren. (2). Pelaksanaan: pengembangan kurikulum pesantren pada mata pelajaran fiqih (Qowaidhul Fiqiyah, Ushul Fiqih, dan Faroidl), Hadist (Ilmu Hadist), Nahwu (Nahwu Wdhih dan Alfiyah Ibnu Malik), Lughah (B. Arab, Balaghah, dan AAC), SKI (Tarikh Tasyri’ dan Tarikh Islam) dan Tafsir (Ilmu Tafsir). Untuk kurikulum umum, Bahasa Inggris dikembangkan melalui AEC dan Bahasa Indonesia melalui Ngaji Literasi. Metode pembelajaran disesuaikan: wetonan dan sorogan untuk kitab kuning, diskusi untuk halaqoh dan mudzakarah, dialektika untuk Bahtsul Masa’il, serta praktik untuk IPA, lughah, dan falakiyah. Media pembelajaran mencakup kitab kuning, LKS, dan audio visual. (3) Evaluasi: Terdiri dari evaluasi catur wulan (tahriri dan syafahi) serta munaqashah (tahriri Fathul Mu’in, Amaliyah Tadris, dan Dakwah bil hal). Evaluasi kurikulum Mu’adalah dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Dirjen Pendis, dan supervisi akademik oleh kepala madrasah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Umar Sidiq, Dhinuk Puspita Kirana |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 18 Jun 2025 02:09 |
| Last Modified: | 18 Jun 2025 02:09 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33821 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
