Makna Keyakinan “Banyak Anak Banyak Rezeki” Pada Masyarakat Ponorogo (Studi Fenomenologi Pada Keluarga Di Kabupaten Ponorogo)

Mualifah, Nafiatul (2025) Makna Keyakinan “Banyak Anak Banyak Rezeki” Pada Masyarakat Ponorogo (Studi Fenomenologi Pada Keluarga Di Kabupaten Ponorogo). Masters thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 503230039_Nafiatul Mualifah_AS PASCA.pdf]
Preview
Text
503230039_Nafiatul Mualifah_AS PASCA.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Nafiatul Mualifah, 2025. Makna Keyakinan “Banyak Anak Banyak Rezeki” pada Masyarakat Ponorogo (Studi Fenomenologi pada keluarga di Kabupaten Ponorogo). Tesis. Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana IAIN Ponorogo. Pembimbing 1: Dr. Hj. Rohmah Maulidia, M.Ag., Pembimbing 2 : Dr. Umi Rohmah, M.Pd.I

Kata Kunci: Banyak Anak Banyak Rezeki, Fenomenologi.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena makna keyakinan “banyak anak banyak rezeki” dalam masyarakat Ponorogo. Keyakinan ini merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi terdahulu. Namun, seiring dengan perkembangan zaman pada kehidupan modern keyakinan tersebut mulai menjadi pertimbangan tersendiri di karenakan faktor kemajuan tekhnologi, pendidikan, serta tuntutan ekonomi dan sosial, sehingga pemaknaan terhadap keyakinnan ini mengalami pergeseran.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sebagai berikut: 1). Bagaimana interpretasi masyarakat Ponorogo terhadap keyakinan “banyak anak banyak rezeki”, 2). Bagaimana relevansi keyakinan “banyak anak banyak rezeki” dengan kehidupan modern, 3). Bagaimana implikasi pemahaman keyakinan “banyak anak banyak rezeki” terhadap pemenuhan hak-hak anak.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam dengan keluarga dari berbagai latar belakang usia, tokoh masyarakat, serta penggiat posyandu dan PKK di beberapa kecamatan di Kabupaten Ponorogo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang pertama sebagian masyarakat masih mempertahankan keyakinan tersebut karena alasan religius, budaya, dan pengalaman turun-temurun. Yang kedua, pada kehidupan modern ini generasi muda yang lebih berpendidikan mulai mempertimbangkan aspek tanggung jawab dan kesejahteraan anak, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Ketiga dalam konteks implikasi pemenuhan hak anak, keyakinan “banyak anak banyak rezeki” ini tidak dapat dijadikan justifikasi atas pengabaian hak-hak dasar anak. Oleh karena itu, penting untuk mereinterpretasikan keyakinan tersebut agar tetap selaras, seimbang dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip perlindungan anak, yang mana sudah banyak masyarakat yang sadar akan tanggungjawab sehingga .

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: Rohmah Maulidia, Umi Rohmah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 19 Jun 2025 01:03
Last Modified: 19 Jun 2025 01:03
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33945

Actions (login required)

View Item View Item