Ferdiansyah, Muhamad Rizky (2025) Analisis Asymmetric Information Dalam Implementasi Pembiayaan Akad Mudharabah Pada Bank Mitra Syariah Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Muhamad Rizky Ferdiansyah 402210149 Perbankan Syariah perpustakaan.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Ferdiansyah Rizky, Muhamad Analisis Asymmetric Information Dalam
Implementasi Pembiayaan Akad Mudharabah Pada Bank Mitra Syariah
Ponorogo, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri
Ponorogo, Dosen Pembimbing : Ajeng Pipit Fitriani, M.S.A.
Kata Kunci : Asymmetric Information, Mudharabah, Adverse Selection, Moral
Hazard, Bank Syariah.
Asymmetric information merupakan suatu kondisi dimana terjadinya
kesenjangan informasi antara prinsipal dan agen. Seharusnya pihak bank
memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengukur tingkat hasil yang usaha
nasabah, namun ternyata ukuran keberhasilan tersebut tidak seluruhnya transparan.
Tindakan ini berpotensi menimbulkan adverse selection dan moral hazard yang
dapat merugikan pihak nasabah dan perbankan. Berdasarkan permasalahan
tersebut, maka pihak perbankan perlu melakukan analisis dan antisipasi awal untuk
meminimalisir terjadinya asymmetric information oleh nasabah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan asymmetric
information dalam implementasi pembiayaan akad mudharabah di Bank Mitra
Syariah Ponorogo, dampak yang ditimbulkan, serta upaya penanganannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Informan penelitian ini adalah kepala kantor kas dan marketing Bank Mitra Syariah
Ponorogo. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan asymmetric information
memang terjadi dalam pembiayaan mudharabah di Bank Mitra Syariah Ponorogo,
terutama dalam bentuk moral hazard yaitu nasabah sengaja memalsukan informasi.
Sebagai antisipasi, bank menerapkan proses screening awal terhadap calon nasabah
berdasarkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition),
Selain itu, bank juga melakukan screening proyek dengan menilai profitabilitas dan
arus kas usaha calon nasabah. Dampak dari asymmetric information yang paling
dominan adalah terjadinya pembiayaan macet dan kerugian finansial bagi bank.
Untuk menangani permasalahan ini, Bank Mitra Syariah Ponorogo menerapkan
beberapa strategi, di antaranya restrukturisasi dengan rescheduling dan pengapusan
pembiayaan serta menanggung beban angsuran nasabah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Ajeng Pipit Fitriani |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Perbankan Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 07:11 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 07:11 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/35814 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
