PENDAPAT ABU> AL-QA>SIM AL-KHIRAQI> MENGENAI KAFA>'AH DALAM PERSPEKTIF US}UL AL-FIQH

Rabbani, Muhammad Abduh (2025) PENDAPAT ABU> AL-QA>SIM AL-KHIRAQI> MENGENAI KAFA>'AH DALAM PERSPEKTIF US}UL AL-FIQH. Masters thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of 503220016_MUHAMMAD ABDUH RABBANI_PASCASARJANA HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf]
Preview
Text
503220016_MUHAMMAD ABDUH RABBANI_PASCASARJANA HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Rabbani, Muhammad Abduh. 2025. Pendapat Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi Mengenai Kafa>’ah Dalam Perspektif Us}u>l Al-Fiqh. Tesis. Program Megister, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Prof. Dr. H. Abdul Mun’im, M.Ag., dan Prof. Dr. H. Agus Purnomo, M.Ag.
Kata Kunci: Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi, Kafa>’ah, Us}u>l Fiqh.
Pernikahan yang sakinah mawaddah wa rahmah merupakan idaman setiap pasangan. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah adalah pemilihan calon pasangan yang sekufu’. Maddhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali berpendapat bahwa kafa>’ah merupakan syarat lazim dalam pernikahan. Akan tetapi Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> menjelaskan bahwa kafa>’ah merupakan syarat sah dalam pernikahan apabila syarat tersebut tidak dipenuhi maka pernikahan tersebut tidak sah.
Berangkat dari latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini Adalah (2) Apa saja jenis metode us}u>l al-fiqh yang digunakan dalam kafa>’ah Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> (2) Bagaimana perbandingan antara penggunaan metode us}u>l al-fiqh Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> dan penggunaan metode us}u>l al-fiqh di dalam madhhab Hanbali>?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kajian Pustaka (library research) yang menganalisis pendapat Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> mengenai kafa>’ah menggunakan pendekatan us}u>l al-fiqh. Dalam hal ini penulis memperoleh data melalui buku, artikel dan literatur yang relevan yang untuk menjawab rumusan masalah tersebut.
Hasil dari penelitian ini yaitu: Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> berpendapat bahwa kafa>’ah merupakan syarat sah dalam pernikahan, berdasarkan beberapa metode us}u>l al-fiqh dan dalil, yaitu: 1. Ayat-ayat al-Qur’a>n seperti larangan tentang menikah dengan orang musyrik 2. Hadi>th Nabi yang melarang menikah kecuali dengan yang sekufu’ 3. Al-Mas}lah}ah al-d}aru>ri>yah (menjaga agama, jiwa, akal, harta dan keturunan) 4. Pendapat sahabat, seperti Umar bin Khattab dan Salman, yang melarang menikah dengan yang tidak sekufu’. Menurut Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi>, dalil al-Qur’a>n dan hadi>th tersebut dipahami secara tekstual sebagai larangan yang bermakna pengharaman, sehingga pernikahan yang tidak sekufu’ dianggap tidak sah, meskipun hadi>th larangan tersebut bersifat da’i>f.
Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> dan madhhab Hanbali memiliki persamaan dalam istinba>th hukum melalui al-Qur’a>n, sunnah dan al-mas}lah}ah al-mursalah meskipun demikian mereka berbeda dalam segi penafsiaran karena Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> memahami secara tekstual sedangkan madhhab Hanbali tidak diartikan secara tekstual. Mereka memiliki perbedaan dalam segi perkataan sahabat, Abu> al-Qa>sim al-Khiraqi> menggunakan perkataan sahabat dalam konsep kafa>’ah sedangkan madhhab Hanbali> tidak menggunakan perkataan sahabat.

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: Abdul Mun'im, Agus Purnomo
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 01 Dec 2025 02:00
Last Modified: 01 Dec 2025 02:00
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/35818

Actions (login required)

View Item View Item