Analisis Implementasi Kebijakan Larangan Memetik Bunga Edelweis Secara Ilegal Di Lereng Gunung Lawu Ditinjau Dari Hukum Positif Dan Hukum Islam

Uddin, Muhammad Raffi (2025) Analisis Implementasi Kebijakan Larangan Memetik Bunga Edelweis Secara Ilegal Di Lereng Gunung Lawu Ditinjau Dari Hukum Positif Dan Hukum Islam. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.

[thumbnail of 103210039-MUHAMMAD RAFFI UDDIN-ETHESES^^.pdf]
Preview
Text
103210039-MUHAMMAD RAFFI UDDIN-ETHESES^^.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Uddin, Muhammad Raffi, 2025. Analisis Implementasi Kebijakan Larangan Memetik
Bunga Edelweis Secara Ilegal Di Lereng Gunung Lawu Ditinjau Dari Hukum Positif
Dan Hukum Islam. Skripsi. Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Universitas
Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing Achmad
Baihaqi, S.H.I, M.H.
Kata kunci: Kebijakan, Larangan Memetik Edelweis, Hukum Positif, Hukum Islam
Penelitian ini membahas tentang adanya kasus larangan memetik bunga
Edelweiss di lereng gunung lawu. Bunga edelweis merupakan tanaman langka yang
hampir punah, Bunga Edelweis adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di
berbagai pegunungan tinggi Indonesia, bunga Edelweis diketahui mampu mekar dalam
jangka waktu hingga 10 tahun sehingga Edelweis tidak mudah layu karena memiliki
hormon etilen yang ada pada kelopak bunga nya yang mencegah kerontokan pada
kelopak. Oleh karena itu, terdapat aturan yang melindungi keberadaan bunga Edelwis
tercantum dalam UU No. 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan
Ekosistemnya ,yaitu pada Pasal 21 ayat (1) Serta tercantum pada Nomor 797 dalam
Lampiran Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa
yang dilindungi.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana analisis upaya
pencegahan larangan memetik bunga edelweis di lereng gunung Lawu ditinjau dari
Hukum Positif dan Hukum Islam? (2) Bagaimana analisis upaya penanganan larangan
memetik bunga edelweiss di lereng gunung Lawu ditinjau dari Hukum Positif dan
Hukum Islam?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
normatif empiris yang berlokasi di Basecamp Gunung Lawu. Didalam penelitian ini
menggunakan dua macam pendekatan yaitu yuridis normatif dan yuridis empiris.
Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Dan
teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif
deskriptif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan memetik bunga
edelweiss secara illegal itu dilarang bahkan ada Undang-undang yang mengaturnya.
Upaya pengelola kawasan konservasi Gunung Lawu terhadap pelaku pemetik Bunga
Edelweis di Gunung Lawu sudah berjalan dengan baik sehingga berhasil memberikan
efek jera kepada pelaku memetik bunga edelweiss tersebut, karena mitos bunga abadi
ini sangat digemari oleh kalangan pendaki gunung hingga menimbulkan perbuatan
memetik dan merusak tumbungan bunga Edelweis, Sedangkan di dalam hukum Islam
memetik bunga edelweis ini dikategorikan sebagai jarimah pencurian yang seharusnya
dikenai hukuman had apabila telah memenuhi unsur pencurian secara sempurna.
Bentuk penerapan sanksi terhadap pelaku tindak pidana memetik Bunga Edelweis ini
merujuk kepada jarimah ta’zir karena unsur memetik Bunga Edelweis ini dikategorikan
sebagai tindak pidana pencurian.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Achmad Baihaqi
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 05 Jan 2026 08:03
Last Modified: 05 Jan 2026 08:03
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36461

Actions (login required)

View Item View Item