Dianti, Nurrohmah (2026) [[ TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PENGESAHAN TESIS, GUNAKAN METERAI ASLI YANG BERBEDA PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI DAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN, SILAKAN UPLOAD ULANG ]] Konsep Moderasi Beragama Dalam Tafsir Al-Ibriz: Studi Pemikiran KH. Bisri Mustofa Sebagai Upaya Penguatan Nilai Inklusivitas Dalam Pendidikan Islam. Masters thesis, UIN Ponorogo.
Preview |
Text
505240003_Nurrohmah Dianti_Pendidikan Agama Islam.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Keberagaman masyarakat Indonesia seringkali memunculkan berbagai tantangan dalam kehidupan sosial dan keagamaan, seperti sikap eksklusif, konflik identitas, serta munculnya praktik keagamaan yang kurang menghargai perbedaan. Penelitian ini penting untuk mengembangkan pemahaman moderasi beragama yang kontekstual dan aplikatif dalam pendidikan Islam, sehingga mampu membentuk sikap toleran, inklusif, dan damai pada peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kitab tafsi>r al-Ibri>z: (1) menganalisis konsep moderasi beragama dan (2) menjelaskan relevansi nilai moderasi beragama terhadap penguatan nilai inklusivitas dalam pendidikan Islam kontemporer. Penelitian kualitatif ini menggunakan jenis kepustakaan (library research) dan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber primer berupa Tafsi>r al-Ibri>z karya KH. Bisri Mustofa, dan sumber sekunder berasal dari jurnal dan buku yang relevan dengan kajian moderasi beragama dan pendidikan Islam. Teknik analisis data (content analysis) mengacu pada tahapan yang dikemukakan oleh Klaus Krippendorff, yaitu unitisasi, sampling, pengkodean, reduksi, inferensi, dan validasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) konsep moderasi beragama dalam Tafsi>r al-Ibri>z tercermin dalam beberapa aspek berikut: a. Ummatan wasat{han, yakni keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab sosial, b. Becik marang liyan lan gelem ngapura, yakni saling mengenal antar manusia, berbuat baik kepada pihak yang berbeda keyakinan selama tidak memusuhi umat Islam, serta mengedepankan kelembutan dan sikap memaafkan dalam interaksi sosial, c. Rukun lan ora nganggo kasar (alus), yakni menekankan pentingnya kedamaian dan penyelesaian konflik secara bijaksana, d. Ngajak kanthi apik lan manut adat, yakni bijaksana dalam berdakwah serta penghargaan terhadap budaya masyarakat. 2) Relevansinya dalam Pendidikan Islam adalah sebagai penguatan nilai inklusivitas dalam pendidikan Islam kontemporer. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam kurikulum sebagai landasan nilai moderasi, dalam proses pembelajaran sebagai sarana internalisasi dan penguatan sikap keberagamaan yang terbuka, serta dalam pembentukan karakter peserta didik sebagai tujuan pendidikan yang menumbuhkan sikap toleran, menghargai perbedaan, dan hidup damai dalam masyarakat yang plural.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | 1. Muh. Tasrif 2. Nur Kolis |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 25 May 2026 02:24 |
| Last Modified: | 25 May 2026 02:24 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38224 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
