Mahmudi, Fauzan (2026) Implementasi Good Amil Governance Badan Amil Zakat Nasional dalam Meningkatkan Partisipasi Zakat Infak dan Sedekah Masyarakat Kabupaten Ngawi. Masters thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
FAUZAN MAHMUDI_501240009.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia menghadapi persoalan mendasar berupa kesenjangan antara potensi dan realisasi penghimpunan. Potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp 327,6 triliun per tahun, namun realisasinya pada tahun 2023 hanya mencapai sekitar Rp 31,7 triliun. Di tingkat daerah, BAZNAS Kabupaten Ngawi menghadapi tantangan serupa di mana potensi zakat diperkirakan mencapai Rp 28 miliar per tahun, sementara penghimpunan aktual masih jauh di bawah angka tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif implementasi prinsip-prinsip Good Amil Governance, menganalisis faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dan mengevaluasi dampak implementasi GAG terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam ZIS dan merumuskan rekomendasi strategis bagi transformasi kelembagaan BAZNAS Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam semi-terstruktur dengan informan kunci yang terdiri atas pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Ngawi, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap laporan kinerja, kebijakan, dan dokumen kelembagaan.
Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama terkait implementasi Good Amil Governance (GAG) di BAZNAS Kabupaten Ngawi. Pertama, implementasi GAG berada pada kategori moderately advanced governance implementation, dengan kekuatan pada aspek responsibilitas dan independensi melalui perencanaan berbasis kebutuhan mustahik dan kepemimpinan kolegial, meskipun transparansi digital dan kepatuhan syariah masih perlu diperkuat. Kedua, faktor penghambat meliputi keterbatasan SDM (ability), belum optimalnya platform digital (integrity dan ability), rendahnya literasi zakat (benevolence), serta preferensi muzaki ASN terhadap lembaga lain, sementara faktor pendukung utama adalah Perda Nomor 6 Tahun 2014 yang memperkuat aspek kelembagaan. Ketiga, implementasi GAG berkontribusi positif terhadap peningkatan partisipasi ZIS, tercermin dari kenaikan penghimpunan dari Rp 2,1 miliar (2019) menjadi lebih dari Rp 5 miliar (2025). Transparansi, media sosial, dan regulasi berperan pada dimensi partisipasi, meskipun berpotensi menghasilkan pseudo-participation jika tanpa internalisasi nilai, sehingga organizational learning menjadi kunci transformasi berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Khusniati Rofiah Aji Damanuri |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 02:35 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 02:35 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38795 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
