Fuadah, Rifqi (2026) Konstruksi Sosial Terhadap Pergeseran Makna Kafa'ah Dalam Mencari Calon Pasangan (Studi Kasus Generasi Z di Kajian Sejiwa Ponorogo). Other thesis, UIN Ageng Muhammad Besari.
Preview |
Text
RIFQI FUADAH - 503240007.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pergeseran makna konsep kafa>’ah di kalangan Generasi Z, khususnya pada anggota Kajian Sejiwa (Spesial Ngaji Kawula Muda) Ponorogo. Secara tradisional, kafa>’ah dalam hukum Islam merujuk pada kesepadanan calon pasangan dalam aspek agama, nasab, harta (ekonomi), dan kecanitkan (fisik). Namun, dalam realitas sosial Generasi Z masa kini, kriteria tersebut mengalami pergeseran yang signifikan menuju pemaknaan yang lebih menekankan kecocokan emosional, kesetaraan visi-misi hidup, dan kesesuaian gaya hidup. Fenomena ini menarik untuk dikaji melalui perspektif teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann guna memahami bagaimana realitas sosial tentang kafa>’ah terbentuk, bergeser, dan diinternalisasi oleh generasi muda.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dialektika konstruksi sosial Generasi Z di Kajian Sejiwa dalam memilih calon pasangan; (2) mengidentifikasi bentuk pergeseran makna konsep kafa>’ah di kalangan Generasi Z Kajian Sejiwa; dan (3) menganalisis implikasi dari pergeseran makna tersebut terhadap pemilihan calon pasangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat empiris yuridis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah anggota Kajian Sejiwa Ponorogo yang termasuk dalam kategori Generasi Z.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, konstruksi sosial Generasi Z di Kajian Sejiwa berlangsung melalui tiga tahap, yaitu eksternalisasi (terbentuknya pemahaman melalui interaksi sosial, pengalaman pribadi, dan forum kajian), objektivasi (terbentuknya pemahaman kolektif mengenai kriteria pasangan ideal), dan internalisasi (penyerapan pemaknaan kolektif ke dalam kesadaran individu). Kedua, pergeseran makna kafa>’ah di kalangan Generasi Z bergerak dari pemaknaan normatif-struktural menuju pemaknaan yang lebih kontekstual dan relasional terjadi pergeseran dari pemaknaan normatif-struktural menuju pemaknaan relasional, di mana aspek agama, nasab, fisik, dan ekonomi bergeser menuju kestabilan emosi, kesamaan pemikiran, kenyamanan, dan etos kerja; Ketiga, pergeseran makna tersebut merupakan adaptasi kontekstual yang dipengaruhi oleh budaya digital dan media sosial, namun tetap memerlukan keseimbangan dengan kerangka normatif hukum Islam demi menjaga kemaslahatan dan keharmonisan rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Miftahul Huda Dewi Iriani |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 09:07 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 09:07 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/39379 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
