Wafa, Fadhil (2026) ..(LAMPIRKAN SCAN LEMBAR PERSETUJUAN, KEPUTUSAN DEWAN PENGUJI, PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG)..Investasi Emas Sebagai Instrumen Lindung Nilai Rupiah Perspektif Maqashid Syariah: Studi pada Nasabah Bank Syariah”. Post-Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
2026_Fadhil Wafa_EKONOMI SYARIAH_501240016_ETHESIS.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah yang berdampak pada ketidakstabilan nilai kekayaan masyarakat, khususnya nasabah bank syariah. Dalam konteks tersebut, investasi emas dipandang memiliki potensi sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang relatif aman dan stabil. Namun, dalam praktiknya, pemanfaatan emas sebagai instrumen hedging belum sepenuhnya optimal karena masih didominasi oleh persepsi tradisional sebagai aset simpanan semata. Di sisi lain, pendekatan maqashid syariah menawarkan kerangka normatif yang menekankan perlindungan harta (hifz al-mal) dan kemaslahatan ekonomi umat. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengkaji bagaimana optimalisasi investasi emas dapat dilakukan secara komprehensif dengan mengintegrasikan aspek ekonomi modern dan nilai-nilai syariah, sehingga mampu memberikan perlindungan nilai yang lebih efektif bagi nasabah bank syariah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang berfokus pada nasabah bank syariah sebagai subjek utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, guna memperoleh gambaran empiris terkait perilaku investasi emas. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan pendekatan interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, penelitian ini juga mengintegrasikan analisis normatif berbasis maqashid syariah untuk menilai sejauh mana praktik investasi emas telah sesuai dengan prinsip perlindungan harta dan kemaslahatan. Validitas data diperkuat melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Dengan pendekatan ini, penelitian tidak hanya menggambarkan realitas empiris, tetapi juga memberikan analisis kritis terhadap kesenjangan antara teori hedging dan praktik investasi emas di kalangan nasabah bank syariah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1)Bagaimana praktik investasi emas sebagai lindung nilai rupiah pada nasabah bank syariah ditinjau dari prinsip maqāṣid syariah, khususnya ḥifẓ al-māl (perlindungan harta)?(2)Mengapa investasi emas dipilih sebagai instrumen lindung nilai di kalangan nasabah bank syariah?(3)Bagaimana dampak investasi emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap kekayaan nasabah bank syariah?
Kesimpulan penelitian ini : 1) Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik investasi emas nasabah bank syariah di Ponorogo telah mencerminkan upaya perlindungan harta (ḥifẓ al-māl), namun belum optimal dalam kerangka maqāṣid syariah. Emas dipandang sebagai instrumen aman untuk menjaga nilai kekayaan, khususnya dalam jangka panjang, tetapi masih digunakan secara pasif sebagai tabungan.Praktik ini baru mencapai level darūriyyāt, belum menyentuh aspek pengembangan dan penyempurnaan. Keterbatasan literasi keuangan, rendahnya pemahaman hedging, dan minimnya diversifikasi menjadi kendala utama. Selain itu, efektivitas emas dipengaruhi waktu dan kondisi ekonomi, sehingga diperlukan penguatan strategi investasi dan manajemen risiko yang lebih komprehensif. 2).Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan investasi emas sebagai instrumen lindung nilai rupiah dipengaruhi faktor kognitif, perilaku, struktural, dan kontekstual. Rendahnya literasi keuangan syariah menyebabkan nasabah memahami emas lebih sebagai penyimpan kekayaan daripada instrumen lindung nilai yang terencana. Dalam perspektif behavioral finance, keputusan investasi juga dipengaruhi persepsi keamanan, pengalaman sosial, dan budaya lokal yang memandang emas sebagai simbol kestabilan ekonomi. Akibatnya, perilaku investasi cenderung dipengaruhi loss aversion, status quo bias, serta rendahnya diversifikasi portofolio. Selain itu, keterbatasan edukasi dan inovasi produk perbankan syariah, disertai faktor eksternal seperti volatilitas harga emas, fluktuasi nilai tukar, dan kebijakan moneter, turut memengaruhi keputusan investasi nasabah dalam memilih emas sebagai instrumen lindung nilai rupiah.3). Hasil analisis menunjukkan bahwa investasi emas sebagai instrumen lindung nilai rupiah memberikan dampak terhadap perlindungan kekayaan nasabah bank syariah, meskipun efektivitasnya belum maksimal. Emas dipahami sebagai safe haven asset yang mampu menjaga daya beli saat inflasi dan pelemahan nilai rupiah. Kepemilikan emas juga memberikan rasa aman serta memperkuat persepsi stabilitas keuangan nasabah. Namun, pemanfaatannya masih lebih dominan pada aspek psikologis dibandingkan strategi investasi yang terukur. Nasabah cenderung mengandalkan kenaikan harga emas tanpa analisis risiko dan return yang komprehensif, sehingga investasi masih bersifat pasif. Selain itu, volatilitas harga emas, keterbatasan pemahaman hedging, dan ketidaksesuaian horizon investasi turut memengaruhi efektivitas perlindungan nilai kekayaan nasabah secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Post-Doctoral) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Luhur Prasetiyo, Amin Wahyudi |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 02:47 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 02:47 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/39634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
