Kontekstualisasi Pemahaman Asātidh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo Dalam Kitab ‘Uqūd Al-Lujjayn Tentang Hak Dan Kewajiban Suami Istri

Mursyidah, Irma Afifatul (2026) Kontekstualisasi Pemahaman Asātidh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo Dalam Kitab ‘Uqūd Al-Lujjayn Tentang Hak Dan Kewajiban Suami Istri. Masters thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of 503240015 Irma Afifatul Mursyidah MHKI.pdf]
Preview
Text
503240015 Irma Afifatul Mursyidah MHKI.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketegangan antara pemahaman tekstual Kitab ‘Uqūd al-Lujjayn karya Syaikh Nawawi al-Bantani yang cenderung patriarkis dengan realitas sosial kontemporer yang menuntut relasi suami-istri lebih adil dan setara. Para Asātidh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo menunjukkan pemahaman yang tidak semata-mata tekstual, melainkan kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tujuan penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui dan menganalisis kontekstualisasi Kitab ‘Uqūd al-Lujayn tentang hak dan kewajiban suami-istri menurut perspektif Asātidh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo; kedua, untuk mengetahui dan menganalisis metode yang digunakan Asātidh dalam mengontekstualisasikan kitab tersebut; ketiga, untuk mengetahui dan menganalisis implikasi kontekstualisasi pemahaman Asātidh terhadap Kitab ‘Uqūd al-Lujayn.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori sistem Jasser Auda.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa para Asātidh mengontekstualisasikan kitab dengan tiga metode utama: pemahaman konteks historis (menempatkan kitab sebagai produk ijtihad abad ke-19), penarikan nilai universal (menekankan tanggung jawab, amanah, dan keharmonisan), serta pembacaan ulang berorientasi kemitraan (memaknai relasi suami-istri sebagai kerja sama saling melengkapi). Implikasinya, ketaatan istri tidak bersifat mutlak melainkan dalam koridor ma'rūf; kewajiban istri selalu di rumah dipahami secara fleksibel sesuai perubahan peran perempuan; aturan izin keluar rumah dimaknai sebagai etika komunikasi dan kesepakatan bersama; serta hadis-hadis yang terkesan misoginis ditafsirkan secara hiperbolik sebagai penegasan komitmen, bukan legitimasi dominasi. Kontekstualisasi yang dilakukan Asātidh mencerminkan sikap moderat tetap menghormati warisan klasik sekaligus membuka ruang penyesuaian agar ajaran kitab relevan dengan kehidupan keluarga Muslim masa kini.

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: Saifullah, Rohmah Maulidia
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 19 Jun 2026 07:11
Last Modified: 19 Jun 2026 07:11
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/40697

Actions (login required)

View Item View Item