Saputri, Ervina Anggi (2026) KEADILAN DALAM PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU PEMBUNUHAN DENGAN KETERANGAN MEDIS SKIZOFRENIA PARANOID PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.
Preview |
Text
Naskah Skripsi Ervina.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Saputri, Ervina Anggi 2025. Keadilan Dalam Penjatuhan Sanksi Pidana
Terhadap Pelaku Pembunuhan Dengan Keterangan Medis Skizofrenia
Paranoid Perspektif Perlindungan Hak Asasi Manusia. Skripsi Jurusan
Hukum Tata Negara Fakultas Syariah, Universitas Islam Agama Negeri Kiai
Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Khotifatul Defi
Nofitasari, M.H.
Kata Kunci/Keywords: Pertanggungjawabn Pidana, Skizofrenia Paranoid, Hak
Asasi Manusia.
Dalam putusan nomor 150/Pid.B/2024/PN.Jkt.Brt terdakwa (Andi Andoyo)
dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat berupa skizofrenia paranoid oleh ahli
psikiatri forensik. Namun majelis hakim menjatuhkan pidana penjara 16 tahun
kepada terdakwa dengan dasar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,
tanpa secara eksplisit menerapkan Pasal 44 KUHP mengenai pengecualian
pertanggungjawaban kepada pidana dengan kondisi gangguan jiwa. Kondisi ini
menimbulkan persoalan mengenai keadilan dalam penjatuhan sanksi pidana.
Adapun skripsi ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan
metode penelitian pustaka (library research). Bahan hukum primer berupa Putusan
Nomor 150/Pid.B/2024/PN.Jkt.Brt, sedangkan bahan hukum sekunder berupa
peraturan perundang-undangan, literatur hukum pidana, serta perlindungan hak
asasi manusia. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menelaah pertimbangan
hakim dan menghubungkannya dengan kerangka teoritis yang digunakan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pertimbangan
hakim dalam proses pembuktian terhadap pelaku pembunuhan dengan keterangan
medis skizofrenia paranoid ditinjau dari perspektif perlindungan hak asasi
manusia? dan Apakah penjatuhan sanksi pidana kepada pelaku pembunuhan
dengan keterangan medis skizofrenia paranoid sudah mencerminkan keadilan ?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap
pelaku yang mengidap skizofrenia paranoid bergantung pada kemampuan terdakwa
dalam memahami dan mengendalikan perbuatannya. Dalam perkara yang
dianalisis, hakim tetap menjatuhkan pidana karena terdakwa dinilai masih memiliki
kemampuan bertanggung jawab meskipun terdapat hasil pemeriksaan psikiatri yang
menyatakan terdakwa mengalami gangguan jiwa. Pasal 44 KUHP dalam perkara
tersebut tidak secara otomatis menghapus pertanggungjawaban pidana terdakwa,
melainkan menjadi salah satu pertimbangan hakim dalam menentukan putusan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Khotifatul Defi Novitasari |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 08:19 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 08:19 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41363 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
