Putri, Nova Anggraini (2023) Studi Komparasi Konsep Iddah Dalam Kompilasi Hukum Islam (Khi) Dan Counter Legal Draft-Kompilasi Hukum Islam (Cld-Khi) Perspektif MaqāṢid Al-Sharī‘Ah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
157. final skripsi-Nova Anggraini-101190157.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Putri, Nova Anggraini. 2023. Studi Komparasi Konsep Iddah dalam Kompilasi
Hukum Islam (KHI) dan Counter Legal Draft-Kompilasi Hukum Islam
(CLD-KHI) Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah. Skripsi. Jurusan Hukum
Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Ponorogo. Pembimbing: Fuady Abdullah, M.A.
Kata Kunci/keyword: Komparasi, Iddah, KHI, CLD-KHI.
Salah satu konsekuensi dari putusnya perkawinan adalah masa iddah.
Iddah adalah masa tunggu yang harus dijalani pasca putusnya perkawinan. KHI
mengatur secara rinci mengenai ketentuan iddah hanya bagi perempuan. CLDKHI yang menjadi draft alternatif dari KHI memiliki konsep iddah yang berbeda
dari KHI yaitu memberlakukan iddah baik kepada istri maupun suami. Perbedaan
ini yang perlu digali dan diteliti lebih mendalam untuk diketahui perbedaan antara
konsep iddah dalam KHI dan CLD-KHI untuk kemudian dianalisis menggunakan
maqāṣid al-sharī‘ah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pengaturan
konsep iddah dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Counter Legal DraftKompilasi Hukum Islam (CLD-KHI)?. (2) Bagaimana komparasi epistemologi
konsep iddah dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Counter Legal DraftKompilasi Hukum Islam (CLD-KHI) perspektif maqāṣid al-sharī‘ah?.
Adapun skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dengan
membaca dan mengkaji bagian-bagian tertentu yang dinilai penting dan ada
relevansinya dengan topik pembahasan. Lalu, metode analisis datanya
menggunakan analisis isi atau content analysis dengan menggunakan pisau
analisis maqāṣid al-sharī‘ah al-Syatibi.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaturan konsep iddah
dalam KHI dan CLD-KHI terdapat perbedaan. KHI mengatur iddah hanya
ditujukan kepada perempuan. Sedangkan dalam CLD-KHI pelaku iddah tidak
hanya perempuan atau istri namun juga laki-laki atau suami. Perbedaan konsep
iddah dalam KHI dan CLD-KHI ini disebabkan perbedaan epistemologi
pembentukannya. KHI lahir sebagai solusi disparitas putusan pengadilan agama.
KHI merujuk kepada kitab fikih klasik dan dilakukan penelaahan mendalam oleh
ulama dan cendikiawan muslim. Sedangkan, CLD-KHI lahir dari semangat
revisionis terhadap ketentuan fikih berdasarkan enam prinsip, yaitu prinsip
pluralisme, nasionalitas, penegakan HAM dan prisnip demokrasi. Konsep iddah
dalam KHI mengikuti salah satu hikmah iddah yaitu untuk mendeteksi kebersihan
rahim yang bertujuan untuk menjaga keturunan (hifdz an-nasb. Di sisi lain, CLDKHI melandaskan pada kesetaraan gender, pluralisme, HAM dan demokrasi yang
dijadikan sebagai maqāṣid al-sharī‘ah yang justru mengaburkan hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Fuady Abdullah |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Mahasiswa Magang |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 08:07 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 08:07 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42645 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
