Konsep Adab Menuntut Ilmu Perspektif Yusuf al-Qardawi dan Aidh al-Qarni serta Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer

Rohmah, Wahidatur (2026) Konsep Adab Menuntut Ilmu Perspektif Yusuf al-Qardawi dan Aidh al-Qarni serta Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer. Masters thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of 505220035_Wahidatur Rohmah_Pendidikan Agama Islam.pdf]
Preview
Text
505220035_Wahidatur Rohmah_Pendidikan Agama Islam.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Fenomena menurunnya kualitas adab para remaja khususnya peserta didik dalam proses menuntut ilmu ditandai dengan berkurangnya sikap hormat kepada guru, rendahnya kedisiplinan belajar, serta lemahnya tanggung jawab akademik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan berbasis adab sebagi fondasi pembentukan karakter peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep adab menuntut ilmu perspektif Yusuf al-Qardawi dan Aidh al-Qarni, mengomparasikan persamaan dan perbedaan konsep keduanya, dan menganalisis relevansinya dalam pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini termasuk library research dengan pendekatan content analysis. Data diperoleh melalui kajian terhadap karya Yusuf al-Qardawi Al-‘Aql wa al-‘Ilm fi> al-Qur’a>n al-Kari>m dan Aidh al-Qarni Iqra’ Bismirabbik, serta berbagai literatur pendukung. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, komparasi, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, menurut Yusuf al-Qardawi, adab menuntut ilmu menekankan relasi etis antara peserta didik dan guru, yang meliputi rendah hati, kesediaan belajar kepada orang yang lebih ahli, meminta izin dan bersikap sopan kepada guru, sabar dalam proses belajar, tidak tergesa-gesa menghakimi sesuatu, ketaatan terhadap aturan pembelajaran, belajar dengan kesungguhan dan pengorbanan, mengakui keterbatasan akal manusia, mengutamakan hikmah di balik ilmu, serta penempatan adab sebagai landasan utama sebelum ilmu. Sementara itu, menurut Aidh al-Qarni, adab menuntut ilmu lebih menekankan pada pembinaan karakter peserta didik, yang meliputi meluruskan niat, mengutamakan ilmu sebelum berkata dan berbuat, bersikap sabar, memprioritaskan materi yang penting, konsisten mengulang pelajaran, mencatat, serta mengamalkan dan menyebarkan ilmu. Kedua, secara komparatif, kedua tokoh memiliki persamaan dalam menjadikan al-Qur’an dan hadis sebagai landasan utama dalam merumuskan konsep adab menuntut ilmu. Perbedaannya terletak pada fokus kajian, Yusuf al-Qardawi lebih menekankan aspek hubungan etis antara guru dan peserta didik, sedangkan Aidh al-Qarni lebih menitikberatkan pada pembinaan karakter peserta didik. Ketiga, konsep adab menuntut ilmu dari kedua tokoh tersebut memiliki relevansi kuat dalam pendidikan Islam kontemporer karena mampu membentuk peserta didik yang berintegritas, berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu mengamalkan ilmu secara bijaksana.

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: Pembimbing 1: Ahmad Choirul Rofiq Pembimbing 2: Zahrul Fata
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 29 Sep 2026 08:43
Last Modified: 29 Sep 2026 08:43
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42879

Actions (login required)

View Item View Item