Reihan Itsnasyena Shan Shankia Shanahan, Reihan Itsnasyena Shan Shankia (2026) [TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI; GUNAKAN SCAN ASLI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI DENGAN TTD BASAH DIATAS METERAI; SILAKAN PERBAIKI DAN UPLOAD KEMBALI]..FENOMENA FATHERLESS TERHADAP REMAJA DI DESA NGALE KECAMATAN PARON KABUPATEN NGAWI. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
303220048_REIHAN ITSNASYENA S.S_BPI.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Fenomena fatherless merupakan kondisi ketika seorang anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan figur ayah, baik secara fisik maupun emosional.
Ketiadaan figur ayah dapat memengaruhi perkembangan psikologis remaja karena
ayah memiliki peran penting dalam pembentukan identitas diri, pengelolaan
emosi, serta perkembangan sosial. Kondisi ini menjadi perhatian karena semakin
banyak remaja yang mengalami fatherless akibat perceraian, kematian, maupun
pekerjaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya fatherless,
dampak yang ditimbulkan terhadap perkembangan psikologis remaja, serta upaya
yang dilakukan remaja dalam menghadapi kondisi tersebut. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh
melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tiga remaja yang
mengalami kondisi fatherless serta beberapa informan pendukung. Analisis data
dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab fatherless pada remaja
meliputi perceraian orang tua, kematian ayah, serta pekerjaan yang menyebabkan
minimnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak. Dampak psikologis yang
muncul berupa kesulitan mengelola emosi, rendahnya kepercayaan diri, perasaan
kesepian, serta hambatan dalam hubungan sosial. Meskipun demikian, para
remaja berupaya mengatasi kondisi tersebut melalui pencarian dukungan sosial,
penguatan diri, serta penerapan strategi coping yang berorientasi pada
penyelesaian masalah maupun pengelolaan emosi. Temuan penelitian ini
menunjukkan bahwa kondisi fatherless tidak hanya menimbulkan dampak
psikologis negatif, tetapi juga dapat mendorong munculnya kemampuan adaptasi
dan resiliensi pada remaja.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Mayrina Eka Prasetya Budi |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 04:53 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 06:32 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42980 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
