Banhar, Aisyah Riyah Afuwwu (2026) FILE KOSONG, SILAKAN UPLOAD SECARA LENGKAP DALAM FORMAT PDF SESUAI PANDUAN -- Kerusakan Alam dan Prinsip Hifz al-Bi'ah (Analisis Tafsir Maqasidi Terhadap Ayat-Ayat Ekologis). Kerusakan Alam dan Prinsip Hifz al-Bi'ah (Analisis Tafsir Maqasidi Terhadap Ayat-Ayat Ekologis). (Unpublished)
Full text not available from this repository. (Request a copy)Abstract
Riyah Afuwwu Banhar, Aisyah 2026. Kerusakan Alam Dan Prinsip H}ifz} Al-Bi>’ah (Analisis Tafsir Maqa>s}idi> Terhadap Ayat-Ayat Ekologis). Skripsi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pembimbing: Moh. Alwy Amru Ghozali, S. Th. I, M. S. I
Kata kunci : Kerusakan Alam, Tafsir Maqāṣidī, Ḥifẓ al-Bi’ah, Etika Lingkungan, Ayat-Ayat Ekologis.
Penelitian ini membahas tentang kerusakan alam yang semakin mengkhawatirkan di era modern serta upaya untuk mencari solusi melalui pendekatan tafsir al-Qur’an, khususnya tafsir maqāṣidī. Krisis lingkungan seperti deforestasi, pencemaran, dan perubahan iklim tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh krisis kesadaran ekologis dan dominasi paradigma antroposentrisme yang eksploitatif. Padahal, al-Qur’an telah memperingatkan melalui Q.S Ar-Rūm: 41 bahwa kerusakan di darat dan laut adalah akibat perbuatan tangan manusia.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan tafsir maqāṣidī. Sumber data primer adalah ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung lafaz fasād dalam konteks ekologis, khususnya Q.S Ar-Rūm: 41, Al-Baqarah: 205, Al-Qaṣaṣ: 77, dan Al-A‘rāf: 56. Sumber data sekunder meliputi kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer (Tafsir al-Ṭabarī, Ibnu Kaṡīr, al-Qurṭubī, Tafsir al-Munīr, dan lainnya), buku kosakata dan bahasa Arab seperti Mu’jam al-Mufahras dan al-Mufradāt fī Gharīb al-Qur’ān, serta karya-karya tentang maqāṣid ash-sharī‘ah dan etika lingkungan. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan langkah-langkah: pengumpulan ayat setema, identifikasi makna kunci, penyajian penafsiran ulama, analisis maqāṣid, dan refleksi kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, fenomena kerusakan alam dalam al-Qur’an dipahami sebagai akibat langsung dari perbuatan manusia yang eksploitatif, serakah, dan mengabaikan amanah kekhalifahan. Kedua, prinsip ḥifẓ al-bi’ah dalam kerangka maqāṣid ash-sharī‘ah menempati posisi ḍarūriyyāt (primer) karena menjadi prasyarat terwujudnya kelima maqāṣid klasik (agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta). Ketiga, penerapan tafsir maqāṣidī terhadap ayat-ayat ekologis menghasilkan formulasi lima etika lingkungan: tanggung jawab kausalitas, anti-eksploitasi sumber pangan dan kehidupan, keseimbangan orientasi dunia-akhirat, iḥsān sebagai prinsip pengelolaan alam, serta menjaga kondisi asal alam.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220303 Environmental Philosophy 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220305 Ethical Theory 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 03:57 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 03:57 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/43020 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
