Integrasi Program Pada Rumah Baca Sang Petualang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Wonogiri

Miswanto, Miswanto (2024) Integrasi Program Pada Rumah Baca Sang Petualang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Wonogiri. Masters thesis, IAIN Ponorogo.

[img]
Preview
Text
Miswanto_501220015_Ekonomi Syariah_etheses.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

INTEGRASI PROGRAM PADA RUMAH BACA SANG PETUALANG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
DI WONOGIRI
ABSTRAK

Masalah kemiskinan merupakan topik utama pembahasan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa penduduk miskin berada diangka 9,57 persen atau setara dengan 26,36 juta jiwa. Permasalahan lainnya adalah angka pengangguran yang cukup tinggi. Menurut BPS prosentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 5,45 persen. Rendahnya tingkat pendidikan salah satu penyebab masalah itu terjadi. Selain itu, lapangan pekerja tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Keterampilan (skill) dari individu dan masyarakat perlu ditingkatkan. Salah satu wadah sebagai tempat pemberdayaan adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Dari banyaknya TBM yang ada di Indonesia cenderung berfokus pada program pemberdayaan dalam bidang pendidikan.
Penelitian ini menganalisis pelaksanaan program-program pemberdayaan pada Rumah Baca Sang Petualang di Wonogiri dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menggali informasi terkait integrasi program pemberdayaan dan keterlibatan dari berbagai pihak yang berperan di dalamnya. Sumber penelitian ini dari wawancara pendiri, pengurus, anggota dan masyarakat yang menjadi bagian proses dari pemberdayaan.
Hasil penelitian ini, integrasi program pemberdayaan yang digunakan adalah paduan atau gabungan dari program pemberdayaan dalam bidang pendidikan, pemberdayaan usaha kecil dan menengah, pemberdayaan dalam bidang peternakan dan pemberdayaan dalam bidang usaha kerajinan. Integrasi program yang diterapkan memiliki faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yang dimaksud adalah peran pemerintah, peran pihak swasta dan regulasi yang mendukung. Yang menjadi faktor penghambatnya adalah kesadaran masyarakat, terbatasnya sarana prasarana dan terbatasnya sumber daya. Dampak dari integrasi program pemberdayaan dapat merubah pola pikir masyarakat, menciptakan pendidikan non formal, menciptakan peluang usaha, menambah pendapatan masyarakat serta mengurangi dampak negatif lingkungan. Dari sekian dampak tersebut tidak bertentangan dengan maqasyid al-syariah.

Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kesejahteraan, Taman Bacaan Masyarakat
 
INTEGRATION OF PROGRAMS IN RUMAH BACA SANG PETUALANG TO IMPROVE COMMUNITY WELFARE IN WONOGIRI
ABSTRACT

The issue of poverty is a major topic of discussion on sustainable development in Indonesia. The Central Statistics Agency (BPS) stated that the poor population was at 9.57 percent or equivalent to 26.36 million people. Another problem is the high unemployment rate. According to BPS, the percentage of open unemployment rate (TPT) reached 5.45 percent. Low level of education is one of the causes of the problem. In addition, employment is not proportional to the population. Skills of individuals and society need to be improved. One of the containers as a place of empowerment is the Community Reading Garden (TBM). Of the many TBMs in Indonesia, they tend to focus on empowerment programs in the field of education.
This study analyzes the implementation of empowerment programs at Rumah Baca Sang Petualang in Wonogiri and its impact on the welfare of the local community. A qualitative approach was used in this study to explore information related to the integration of empowerment programs and involvement from various parties who play a role in it. The source of this research is from interviews with founders, administrators, members and communities who are part of the empowerment process.
The results of this study, the integration of empowerment programs used is a combination of empowerment programs in the field of education, empowerment of small and medium enterprises, empowerment in the field of animal husbandry and empowerment in the field of handicraft business. The integration of applied programs has supporting and inhibiting factors. The supporting factors in question are the role of the government, the role of the private sector and supporting regulations. The inhibiting factors are public awareness, limited infrastructure and limited resources. The impact of integrating empowerment programs can change people's mindsets, create non-formal education, create business opportunities, increase community income and reduce negative environmental impacts. Of these effects do not contradict the maqashid al-sharia.

Keywords: Community Empowerment, Welfare, Community Reading Garden

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: Ely Masykuroh Shinta Maharani
Subjects: 14 ECONOMICS > 1402 Applied Economics > 140219 Welfare Economics
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Ekonomi Syariah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 24 Jun 2024 01:14
Last Modified: 24 Jun 2024 01:14
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/28989

Actions (login required)

View Item View Item