Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perilaku Pasangan Calon Pengantin Pasca-khitbah (Studi Kasus Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek)

Putri, Elfina Dwi Antika (2025) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perilaku Pasangan Calon Pengantin Pasca-khitbah (Studi Kasus Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 20250224 - Skripsi - Elfina Dwi 1.pdf]
Preview
Text
20250224 - Skripsi - Elfina Dwi 1.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Hukum Islam menjelaskan bahwa peminangan atau khitbah tidak menimbulkan akibat hukum bagi laki-laki dan perempuan, keduanya tetap berstatus sebagai orang lain. Peminangan masih dapat dibatalkan, sehingga pasangan calon pengantin pasca-khitbah harus dapat menjaga perilaku mereka agar tidak melampaui batas. Perilaku yang dilakukan oleh pasangan calon pengantin pasca-khitbah di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek seolah-olah khitbah telah memiliki ikatan atau semi pernikahan.
Fokus penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana tinjauan Maqashid Syariah terhadap alasan perilaku pasangan calon pengantin pasca-khitbah di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek? 2) Bagaimana tinjauan Maqashid Syariah terhadap praktik perilaku pasangan calon pengantin pasca-khitbah di Desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek?
Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif lapangan (field research) yaitu penelitian berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Data yang diperoleh dari peneitian ini berasal dari wawancara yang dilakukan dengan 3 pasangan calon pengantin pasca-khitbah, orang tua calon pengantin, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Data juga diperoleh dari observasi yaitu mengamati perilaku pasangan calon pengantin pasca-khitbah dan dokumentasi terkait permasalahan mengenai perilaku pasangan calon pengantin pasca-khitbah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Hukum Islam khususnya maqashid syariah yang di dalamnya mengandung 5 unsur pokok yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Alasan masyarakat memperbolehkan perilaku lebih dekat pasca-khitbah karena adanya anggapan bahwa zina hanyalah ketika laki-laki dan perempuan berhubungan seksual di luar nikah dan khitbah sudah pasti menikah adalah salah. Alasan tersebut tidak dapat diterima atau tidak mendasar karena melanggar ketentuan dalam Hukum Islam. Hal tersebut bertentangan dengan maqashid syariah yaitu menjaga keturunan (hifdz an-nasl). 2) Praktik pergaulan yang dilakukan oleh pasangan calon pengantin pasca-khitbah seperti pergi berdua, berboncengan dan melakukan aktivitas bersama ditinjau berdasarkan Maqashid Syariah adalah salah atau tidak diperbolehkan. Perbuatan tersebut bertentangan dengan maqashid syariah dalam Hukum Islam. Praktik yang dilakukan pasangan calon pengantin pasca-khitbah termasuk ke dalam kategori mendekati zina, serta bertentangan dengan unsur menjaga keturunan (hifdz an-nasl) dalam maqashid syariah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Muhammad Ilham Tanzilulloh
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 13 Mar 2025 06:32
Last Modified: 13 Mar 2025 06:32
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32141

Actions (login required)

View Item View Item