Jalaluddin, Wahyu Irsyad (2025) PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PENETAPAN PERKARA DISPENSASI KAWIN KARENA HAMIL DAN BELUM HAMIL DI PENGADILAN AGAMA NGAWI. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
Skripsi Wahyu Irsyad Jalaluddin.pdf Download (992kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Jalaluddin, Wahyu Irsyad 2025. Pertimbangan Hukum Hakim dalam Penetapan Perkara Dispensasi Kawin Karena Hamil dan Belum Hamil di Pengadilan Agama Ngawi. Skrpsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari`ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Achmad Baihaqi M.H.
Kata Kunci/Keywords: Pertimbangan Hakim, Dispensasi Kawin, Karena Hamil Dan Belum Hamil
Menurut undang-undang no 16 tahun 2019 yaitu perkawinan hanya diizinkan apabila kedua belah pihak calon mempelai berusia 19 tahun. Apabila usia mereka masih belum mencukpi sesuai aturan undang-undang maka harus mencari surat penetapan dispensasi kawin di pengadilan agama setempat. Penelitian ini mengkaji dua penetapan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin, yaitu yang pertama karena kehamilan sebelum pernikahan dan yang kedua permohonan dispensasi kawin walaupun belum terjadi kehamilan. Kedua putusan tersebut tercatat dalam Penetapan Nomor: 170/Pdt.P/2024/PA.Ngw dan Nomor: 184/Pdt.P/2024/PA.Ngw. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori prinsip-prinsip dalam konvensi hak anak.
Rumusan dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar hukum hakim dalam menetapkan dispensasi kawin akibat hamil dan belum hamil dalam Penetapan Nomor: 170/Pdt.p/2024/PA.Ngw dan Nomor: 184/Pdt.p/2024/PA.ngw? bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara dispensasi kawin karena hamil dan belum hamil Prespektif Prinsip Konvensi Hak Anak?. Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field reserch). Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti ini di lakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi putusan hakim.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dasar hukum yang digunakan telah sesuai, penerapan prinsip-prinsip dalam Konvensi Hak Anak belum sepenuhnya menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan putusan dalam perkara dispensasi kawin karena hamil dan belum hamil. Hakim masih cenderung mengedepankan penyelesaian secara moral dan sosial daripada pendekatan perlindungan anak secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip hak anak dalam sistem peradilan agama, agar dispensasi kawin tidak menjadi solusi jangka pendek yang justru berisiko merampas masa depan anak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Achmad Baihaqi |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 06 May 2025 02:56 |
| Last Modified: | 06 May 2025 02:56 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32317 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
