Aulia', Ushi (2025) Kolaborasi Antara Kantor Pertanahan Dan Nadzir Dalam Sertifikasi Tanah Wakaf Melalui Program PTSL Perspektif Collaborative Governance. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
USHI AULIA' - 101210198 - e-thesis upload.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Aulia’, Ushi 2025. Kolaborasi antara Kantor Pertanahan dan Nadzir dalam Sertifikasi Tanah Wakaf melalui Program PTSL Perspektif Collaborative Governance. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Yudhi Achmad Bashori, M.H.I.
Kata Kunci/Keywords: Kolaborasi Sertifikasi Tanah Wakaf, PTSL, Collaborative Governance
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kegiatan pendaftaran tanah yang dilakukan secara keseluruhan dalam rangka memberikan jaminan kepastian hukum serta perlindungan hukum hak atas tanah rakyat yang secara merata dan adil. Begitu juga dengan tanah wakaf yang belum mempunyai sertifikat. Dengan adanya program pemerintah berupa PTSL, hal tersebut merupakan kesempatan bagi tanah yang belum bersertifikat untuk mengajukan pendaftaran sertifikasi tanah supaya mendapat kepastian hukum dan perlindungan hukum agar sengketa hak atas tanah tidak terjadi di kemudian hari.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana kendala yang di hadapi dalam kolaborasi antara Kantor Pertanahan dan nadzir dalam sertifikasi tanah wakaf melalui PTSL Perspektif Collaborative Governance? (2) Bagaimana solusi atas kendala dalam kolaborasi antara Kantor Pertanahan dan Nadzir dalam sertifikasi tanah wakaf melalui PTSL Perspektif Collaborative Governance?
Penelitian yang digunakan merupakan penelitian lapangan. Pendekatan ini menggunakan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian ini berasal dari wawancara yang dilakukan dengan BPN, nadzir, dan pemerintah desa. Data juga diperoleh dari studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori collaborative governance dalam wakaf.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kendala yang dihadapi dalam sertifikasi tanah wakaf melalui PTSL yaitu pertama adalah kendala dari faktor struktur sosial yang tampak dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam melengkapi persyaratan. Kedua adalah kendala dari faktor kultural yang tampak dari budaya ikrar wakaf lisan. Ketiga adalah kendala dari faktor kepentingan pemerintah yang tampak dari sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa masih bersifat dari mulut ke mulut. Kendala keempat dari tidak adanya pemahaman bersama antar pemangku kepentingan. (2) Solusi atas kendala dalam sertifikasi tanah wakaf melalui PTSL Perspektif Collaborative Governance yaitu pertama, sosialisasi dapat diterapkan untuk menghadapi kendala dari faktor kultural. Kedua, koordinasi dapat diterapkan untuk menghadapi kendala dari faktor struktur sosial dan faktor pemahaman bersama.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Yudhi Achmad Bashori |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 06 May 2025 02:42 |
| Last Modified: | 06 May 2025 02:42 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32331 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
