Fitasari, Nora (2025) Tinjauan Maqashid Shari'ah Terhadap Fenomena Menunda Pernikahan (Studi Kasus Di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
NORA - SKRIPSI - ETHESES.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Pernikahan merupakan aspek penting dalam Islam yang dianjurkan untuk menjaga keturunan serta menghindari fitnah dan perbuatan terlarang. Namun, fenomena penundaan pernikahan semakin meluas, termasuk di Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Data menunjukkan adanya penurunan angka pernikahan dari tahun ke tahun, yang mencerminkan perubahan nilai sosial di kalangan generasi muda. Faktor utama yang memengaruhi keputusan ini meliputi pendidikan, karier, serta kesiapan mental dan finansial. Dari perspektif Maqas}id Shari’ah, pernikahan memiliki peran penting dalam hifz an-nasl (menjaga keturunan), hifz ad-din (menjaga agama) serta menjaga kehormatan. Akan tetapi, fenomena penundaan pernikahan justru mencerminkan adanya perubahan nilai sosial yang dapat berdampak pada maqa>s}id shari>’ah tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana alasan masyarakat yang menunda pernikahan di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten ponorogo dalam perspektif maqāṣid sharī‘ah? (2) Bagaimana dampak penundaan pernikahan di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo dalam perspektif maqāṣid sharī‘ah?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan maqasid shari’ah. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif induktif.
Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa fenomena menunda pernikahan di Desa Sooko dilatarbelakangi dengan alasan ekonomi, kesiapan mental, serta mengejar karier atau pendidikan, hal ini selaras dengan unsur dalam maqasid shari’ah yaitu hifz al-aql (menjaga akal), hifz an-nafs (menjaga jiwa) dan hifz al-mal (menjaga harta). Akan tetapi, jika penundaan pernikahan dilakukan tanpa batas waktu yang jelas demi kebebasan, maka hal ini bertentangan dengan maqasid shari’ah yaitu hifz an-nasl (menjaga keturunan) dan hifz ad-din (menjaga agama). Adapun dampak menunda pernikahan juga sangat beragam, seperti dapat memberi waktu untuk mengembangkan diri dan menyiapkan finansial, maka hal ini selaras dengan unsur hifz al-aql (menjaga akal) dan hifz al-mal (menjaga harta). Namun, jika terlalu lama menunda menikah sehingga dapat mengurangi dorongan untuk menikah, juga menimbulkan tekanan sosial, cemas dalam mencari pasangan, maka hal ini bertentangan dengan hifz an-nasl (menjaga keturunan) dan hifz an-nafs (menjaga jiwa).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Muh. Maksum |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 07 May 2025 03:02 |
| Last Modified: | 07 May 2025 03:02 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32352 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
