Tinjauan Hukum Islam Terhadap Interaksi Pasangan Suami Isteri Tinggal Serumah Dengan Ipar Di Desa Segulung Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun

Rohani, Nuliya Savitri Rovidatul (2025) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Interaksi Pasangan Suami Isteri Tinggal Serumah Dengan Ipar Di Desa Segulung Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of NULIYA SAVITRI R R _ E THESES_HKI.pdf]
Preview
Text
NULIYA SAVITRI R R _ E THESES_HKI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Ipar merupakan mahram muaqqat sehingga seorang suami dengan saudara perempuan kandung isterinya maupun sebaliknya berstatus muslimin dan muslimat yang lain harus menjaga batasan interaksi. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah terutama terkait godaan dengan pergaulan yang bebas dan kurangnya pengawasan. Rasulullah SAW menyebut al-ḥamwu al-mawtu karena ia seharusnya diwaspadai dari orang lain, bahwa fitnah godaan dan bahayanya lebih besar dari orang asing, sebagai saudara dari pasangan (keluarga sendiri) akan mudah sering berkumpul. Di Desa Segulung Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, masih banyak pasangan suami istri yang masih tinggal serumah dengan ipar karena faktor ekonomi dan keterbatasan lahan. Dari tujuh pasangan suami isteri terdapat satu keluarga yang berujung menimbulkan permasalahan karena cenderung mengabaikan batasan dimana kurangnya pengendalian diri akibat lemahnya iman, ditambah dengan kurangnya pengawasan menyebabkan mereka melanggar norma.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktik tinggal bersama ipar dengan saudara yang sudah menikah di Desa Segulung Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menurut perspektif mahram? Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pola pergaulan ipar dengan saudara yang sudah menikah dalam satu rumah di Desa Segulung Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan empiris. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif.
Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dapat disimpulkan bahwa batasan interaksi harus tetap diterapkan pada ipar, ipar (adik atau kakak dari pasangan) termasuk kategori mahram muaqqat karena haram dinikahi selama pasangan masih dalam ikatan pernikahan karena hubungan dengan mahram muaqqat bersifat sementara, interaksi dengan mereka harus dibatasi sesuai adab Islam yaitu menjaga keharmonisan rumah tangga, menghindari konflik keluarga, dan mematuhi larangan syariat. Ipar termasuk dalam mahram muaqqat sehingga batasan harus selalu dijaga, Dari tujuh pasangan, ada satu pasangan yang melanggar aturan yang seharusnya dijaga disebabkan karena kurangnya pengendalian diri akibat lemahnya iman, ditambah dengan kurangnya pengawasan menyebabkan mereka melanggar norma. Kondisi ini bisa mendorong mereka melakukan hal-hal diluar batas. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pola pergaulan yang tetap menghormati norma agama dengan menjaga privasi, membatasi interaksi yang tidak perlu serta mengedukasi keluarga agar tetap sesuai dengan aturan Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Shofwatul Aini
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 07 May 2025 06:05
Last Modified: 07 May 2025 06:05
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32360

Actions (login required)

View Item View Item