Akbar, Fahmi Syahirudin (2025) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemanfaatan Daging Kurban Di Masjid Al-Karim Bantengan Mojorejo Jetis Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
Skripsi fahmi uploud-1.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Fahmi Syahrudin Akbar 2025, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemanfaatan Daging Kurban di Masjid Al Karim Bantengan Mojorejo Jetis Ponorogo. Skripsi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Abid Rohmanu, M.H.I.
Kata Kunci/ keyword : Hukum Islam terhadap pemanfaatan daging hewan kurban, hukum konsumsi daging kurban, hukum upah pada kegiatan kurban.
Praktik pemanfaatan daging kurban di Masyarakat ada berbagai macam. Seperti halnya pada praktik pemanfaatan daging kurban di Masjid Al-Karim Bantengan Mojorejo Jetis Ponorogo, ada 2 macam pemanfaatan yang digunakan yaitu: pemanfaatan untuk konsumsi dan pemanfaatan untuk pengupahan. Daging kurban selain dibagikan juga dimanfaatkan oleh konsumsi dan pengupahan.untuk panitia kurban. Sehingga hewan kurban yang disembelih, dagingnya tidak dibagikan secara keseluruhan kepada orang yang berhak menerima. Berdasarkan masalah tersebut , penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemanfaatan Daging Kurban di Masjid Al-Karim Bantengan Mojorejo Ponorogo.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pemanfaatan daging kurban untuk konsumsi oleh panitia di masjid Al Karim Bantengan Mojorejo Jetis Ponorogo?Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pemanfaatan daging kurban untuk upah oleh panitia di masjid Al Karim Bantengan Mojorejo Jetis Ponorogo?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode pendekatak kualitatif yaitu pengumpulan data melalui, wawancara, dan dokumentasi. Analisa data menggunakan metode induktif.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: Pertama, ditinjau dari hukum Islam mengkonsumsi daging kurban secara bersama-sama oleh panitia kurban ialah haram hukumnya karena daging yang diambil tidak jelas maka termasuk subhat. Kedua, Tinjauan hukum Islam terhadap pemanfaatan daging kurban sebagai upah ini tidak sesuai dengan ketentuan syara’, karena daging kurban yang diberikan kepada panitia (tukang jagal) sebagai upah atau jasa yang telah ia lakukan. Seharusnya semua biaya penyembelihan tersebut ditangguhkan kepada shohibul kurban (pemilik hewan kurban), yang diambil dari uang pribadi atau anggaran sendir yaitu berupa uang. Panitia (tukang jagal) boleh menerima daging kurban sebagai hadiah bukan sebagai upah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Abid Rohmanu |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 08 May 2025 06:34 |
| Last Modified: | 08 May 2025 06:34 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32381 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
