Fenomena Menunda Menikah (Waithood) dalam Perspektif Mashlahah Mursalah (Studi Kasus di Desa Slahung Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo)

Agata, Intan Yunintya (2025) Fenomena Menunda Menikah (Waithood) dalam Perspektif Mashlahah Mursalah (Studi Kasus di Desa Slahung Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of SKRIPSI - INTAN YUNINTYA AGATA - FENOMENA MENUNDA MENIKAH (WAITHOOD) DALAM PERSPEKTIF MASHLAHAH MURSALAH (STUDI KASUS DI DESA SLAHUNG KECAMATAN SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO).pdf]
Preview
Text
SKRIPSI - INTAN YUNINTYA AGATA - FENOMENA MENUNDA MENIKAH (WAITHOOD) DALAM PERSPEKTIF MASHLAHAH MURSALAH (STUDI KASUS DI DESA SLAHUNG KECAMATAN SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masalah yang berhubungan dengan pernikahan semakin kompleks dan beragam dalam konteks hukum keluarga seperti adanya fenomena menunda menikah (waithood). Menunda menikah terjadi di Desa Slahung dengan dilakukan oleh laki-laki sejumlah 35 individu pada usia 30-35 tahun. Adanya perkembangan zaman dan dinamika sosial melahirkan perubahan dengan kenyataan menunjukkan adanya pergeseran pola pikir dan perilaku dalam menyikapi anjuran untuk menikah. Meskipun dalam syariat Islam terdapat anjuran dan bahkan hukum yang mendorong pernikahan, pada dasarnya kembali kepada kesiapan dan kemampuan individu dalam melakukannya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana faktor menunda menikah (waithood) dalam perspektif mas{hlah{ah mursalah di Desa Slahung Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo? Bagaimana tindak lanjut alasan menunda menikah (waithood) dalam perspektif mas{hlah{ah mursalah di Desa Slahung Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif induktif.
Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dapat disimpulkan bahwa faktor yang mendukung pelaksanaan menunda menikah adalah faktor ekonomi karena adanya tanggung jawab terhadap keluarga, psikologis (kesiapan mental) dan faktor kemandirian dan kebebasan. Faktor ekonomi dan psikologis sesuai dengan tiga syarat mas{hlah{ah mursalah yaitu adanya maslahat yang hakiki, tujuan dan manfaat dirasakan oleh masyarakat dan beberapa pihak dan maslahat tidak bertentangan dengan dalil atau nas Al-Qur’an. Tetapi satu faktor yaitu kemandirian dan kebebasan tidak sesuai dengan syarat mas{hlah{ah mursalah. Kemudian tindak lanjut yang dilakukan oleh penunda menikah adalah berdasarkan upaya tindak lanjut dari masing-masing informan, dapat disimpulkan bahwa dalam menunda menikah, setiap individu berusaha mempersiapkan dirinya dengan berbagai cara, seperti menyisihkan pendapatan, menahan diri dari hubungan pacaran yang tidak serius, mengambil pekerjaan tambahan untuk memperkuat finansial, serta mempertimbangkan tanggung jawab terhadap orang tua dan ekspektasi keluarga. Hal ini sesuai dengan syarat mas{hlah{ah mursalah. Namun, terdapat juga informan yang belum menunjukkan usaha konkret untuk mempersiapkan pernikahan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Muh. Maksum
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 08 May 2025 07:47
Last Modified: 08 May 2025 07:47
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32387

Actions (login required)

View Item View Item