Wahyuningsih, Yopi Nur (2025) Keengganan Menikah dalam Perspektif Hierarki Kebutuhan Maslow (Studi di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun). Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
KEENGGANAN MENKAH PERSPEKTIF HIERARKI KEBUUHAM......(Yopi Nur Wahyuningsih).pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Nur Wahyuningsih, Yopi. 2025. Keengganan Menikah Perspektif Hierarki Kebutuhan Maslow (Studi di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun). Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Ibu Anjar kususiyanah, M.Hum.
Keyword: Hierarki Kebutuhan Maslow, Menunda menikah, Usia dewasa
Menurut data dari BKKBN bahwasanya usia ideal seseorang untuk menikah yaitu perempuan 20 Tahun dan laki-laki 25 Tahun. Apabila seseorang belum menikah sampai batas usia ideal tersebut maka dapat dikatakan seseorang itu menunda pernikahan. Dalam fenomena menuda pernikahan pastinya seseorang mempunyai alasan tertentu. Salah satunya yaitu belum terpenuhinya kebutuhan dasar sebagai manusia. Maka penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis teori hierarki kebutuhan Maslow terhadap alasan dan dampak dari penduduk usia dewasa enggan menyegerakan menikah di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana analisis hierarki kebutuhan Maslow terhadap keengganan menikah dengan alasan belum tercukupi kebutuhan dasar di usia dewasa penduduk di Desa Mojorejo? (2) Bagaimana analisis hierarki kebutuhan Maslow terhadap dampak psikologis dan sosial dari keengganan menikah di usia dewasa penduduk di Desa Mojorejo?
Adapun penelitian ini menggunakan penelitian kualitataif dengan jenis penelitian lapangan (field research) menggunakan pendekatan empiris. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan metode wawancara semi terstruktur dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif.
Hasil dari penelitian ini yaitu alasan yang paling kuat dari keengganan menikah dapat dilihat dari teori hierarki Maslow di mana pada penduduk usia dewasa di Desa Mojorejo enggan menikah karena belum terpenuhinya kebutuhan keamanan yang mencangkup stabilitas finansial dan juga keamanan fisik. Untuk kebutuhan setelahnya ada kebutuhan sosial, kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan penghargaan dan yang paling rendah adalah kebutuhan fisiologis Sedangkan dampak psikologis yang dirasakan adalah perasaan kesepian, perasaan khawatir, rasa tertekan dan dampak sosialnya adalah perubahan nilai dan struktur di masyarakat serta terdapat stigma di masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Anjar Kususiyanah |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 14 May 2025 05:58 |
| Last Modified: | 14 May 2025 05:58 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32494 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
