Tinjauan Fiqh Mu’āmalah Terhadap Upah Kepada Tukang Bangunan Harian Dan Tukang Bangunan Borongan (Studi Kasus Di Bengkong Harapan 1, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong, Kota Batam)

Fitria, Rahmadrianti Nur (2025) Tinjauan Fiqh Mu’āmalah Terhadap Upah Kepada Tukang Bangunan Harian Dan Tukang Bangunan Borongan (Studi Kasus Di Bengkong Harapan 1, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong, Kota Batam). Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[thumbnail of 102210113-Ramadrianti Nur Fitria.pdf]
Preview
Text
102210113-Ramadrianti Nur Fitria.pdf

Download (735kB) | Preview

Abstract

Pemberian upah kepada tukang bangunan harian dan borongan di Bengkong Harapan 1, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong Kota Batam itu disesuaikan dengan sistem kerja yang dilakukan. Waktu pemberian upah kepada tukang bangunan harian dilakukan setiap satu minggu sekali di hari Sabtu dan besaran upah yang diberikan sesuai dengan jumlah hari masuk kerjanya. Adapun untuk tukang bangunan borongan upah diberikan setelah proyeknya selesai atau pembayaran dilakukan sesuai dengan progres pekerjaan yang telah disepakati. Pelaksanaan upah tukang bangunan harian dan borongan seringkali berbeda dari kesepakatan awal, dan terdapat keterlambatan dalam penerimaan upah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana tinjauan fiqh mu’āmalah terhadap dasar penetapan pemberian upah dalam pemberian upah kepada tukang bangunan harian dan borongan di Bengkong Harapan 1, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong Kota Batam? Bagaimana tinjauan fiqh mu’āmalah terhadap waktu pemberian upah yang terdapat dalam tukang bangunan harian dan borongan di Bengkong Harapan 1, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong Kota Batam?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara secara online melalui video call whatsapp. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Dasar penetapan pemberian upah dalam pembayaran upah kepada tukang bangunan harian dan borongan sudah sesuai dengan syariat hukum Islam, yaitu terdapat pembicaraan mengenai pekerjaan yang akan dilakukan sebelum pekerjaan dimulai, akan tetapi masih terdapat ketidaksesuaian jumlah besaran upah yang diberikan kepada tukang bangunan harian dan borongan dengan kesepakatan yang telah dilakukan sebelum pekerjaannya dimulai yang tidak sesuai dengan syariat hukum Islam. (2) Waktu pemberian upah kepada tukang bangunan harian dan borongan masih belum sesuai dengan syariat hukum Islam, dalam pelaksanaan pemberian upah masih terdapat penundaan dalam waktu pembayarannya, dengan artian terdapat keterlambatan dalam waktu pemberian upah kepada tukang bangunan harian dan borongan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Moh. Mukhlas
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 15 May 2025 07:59
Last Modified: 15 May 2025 07:59
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32526

Actions (login required)

View Item View Item