Perkawinan Tanpa Anak (Childfree) Menurut Hukum Keluarga Islam Perspektif Akademisi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Ponorogo

Aryani, Nur Devy (2025) Perkawinan Tanpa Anak (Childfree) Menurut Hukum Keluarga Islam Perspektif Akademisi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 101210155_Nur Devy Aryani_Hukum Keluarga Islam.pdf]
Preview
Text
101210155_Nur Devy Aryani_Hukum Keluarga Islam.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Aryani, Nur Devy 2025. Perkawinan Tanpa Anak (Childfree) Menurut Hukum Keluarga Islam Perspektif Akademisi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Iain Ponorogo. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Martha Eri Safira, M.H
Kata kunci/keyword: Perkawinan Tanpa Anak, Hukum Keluarga Islam, Perspektif Akademisi Hukum Keluarga Islam.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menyebutkan bahwa terjadi penurunan angka kelahiran anak. Total Fertility Rate indonesia hanya mencapai 2.15 pada tahun 2022. Hal ini terjadi karena banyaknya wanita yang memilih childfree di Indonesia, didukung dengan data dari Badan Pusat Statistik yang menyebutkan jumlah perempuan childfree Indonesia mencapai 8,2% pada tahun 2024 dan diperkirakan akan terus naik dari tahun ke tahun berdasarkan pola kenaikan perempuan childfree empat tahun terakhir. Sebagaimana dalam Islam, perkawinan bertujuan untuk memelihara keturunan di muka bumi ini dan keturunan merupakan fitrah manusia sejak dahulu. Maka dalam penelitian ini akan menemukan bagaimana pandangan terhadap perkawinan tanpa anak menurut akademisi hukum keluarga islam perspektif perkawinan Islam dan juga implikasinya ditinjau dengan Maqāṣid al-Sharī‘ah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pandangan akademisi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Ponorogo terhadap praktik perkawinan tanpa anak (childfree) perspektif perkawinan Islam? Bagaimana implikasi praktik perkawinan tanpa anak (childfree) dari pandangan akademisi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN ditinjau dengan Maqāṣid al-Sharī‘ah?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif.
Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari pandangan akademisi Hukum Keluarga Islam IAIN Ponorogo ditemukan tiga pandangan, pertama yaitu pandangan pro yang menyatakan bahwa childfree diperbolehkan sesuai dengan prinsip masing-masing. Kedua, pandangan kontra yang menyatakan childfree bukan suatu perbuatan yang baik. Terakhir, pandangan netral yang menyatakan tidak melarang ataupun mendukung pilihan childfree ini. Dalam perkawinan Islam tidak bisa dianggap bertentangan namun esensi perkawinan itu sendiri melestarikan keturunan di muka bumi. Implikasi dari diperbolehkan melakukan childfree akan berdampak secara internal yaitu akan timbul rasa kesepian di usia tua dan dampak eksternal akan menimbulkan jumlah regenerasi terus menurun.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Martha Eri Safira
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 19 May 2025 03:06
Last Modified: 19 May 2025 03:06
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32557

Actions (login required)

View Item View Item