Aelina, Yunita (2025) Penerimaan Diri dan Sikap Qanaah Anak dari Keluarga Bercerai di Kecamatan Ngadirojo Pacitan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
303210065_Yunita Aelina_BPI.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Aelina, Yunita. 2025. Penerimaan Diri dan Sikap Qanaah Anak dari Keluarga Bercerai di Kecamatan Ngadirojo Pacitan. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo.
Pembimbing : Ahmad Faruk, M.Fil.I
Kata kunci : Penerimaan Diri, Qanaah, Bercerai
Penelitian ini di latar belakangi oleh fenomena tentang penerimaan diri dan sikap qanaah anak dari keluarga bercerai di Kecamatan Ngadirojo Pacitan. Penerimaan diri adalah menerima semua pengalaman hidup, sejarah hidup, latar belakang hidup, lingkungan pergaulan, dan masa-masa yang telah dilalui oleh individu. Sementara itu penerimaan diri menurut teori Hurlock adalah kesadaran dan kemauan seseorang untuk menerima karakteristik dirinya, baik kelebihan maupun kekurangannya. Qanaah adalah rela dan suka menerima yang diberikan kepadanya. Sementara menurut teori Hamka qanaah ialah suatu sikap menerima pemberian Allah SWT, tidak menuntut sesuatu yang belum bisa dicapai, selalu berikhtiar dalam segala urusan yang diinginkan. Penelitian ini merumuskan masalahnya dan bertujuan hendak mengetahui: (1) Bagaimana tahapan penerimaan diri anak dari keluarga bercerai di kecamatan Ngadirojo Pacitan. (2) Bagaimana implementasi qanaah anak dari keluarga bercerai di kecamatan Ngadirojo Pacitan dalam bertahan pada keadaan.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data tentang penerimaan diri anak dari keluarga bercerai di Kecamatan Ngadirojo Pacitan dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teori Hurlock tentang penerimaan diri dan teori qanaah dari Hamka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Tidak semua individu melalui tahapan, atau tahapan tidak selalu urut. Tahapan penerimaan diri pada anak dari keluarga bercerai di Kecamatan Ngadirojo Pacitan terdapat perbedaan tahapan pada ketiga individu, individu pertama tidak mengalami tahap bargaining (menawar), individu kedua tidak mengalami tahapan denial (penolakan), sedangkan individu ketiga tidak mengalami tahapan bargaining (menawar) dan depresion (depresi). (2) Sikap qanaah anak dari keluarga bercerai dari temuan peneliti yaitu mengandung lima dimensi yaitu menerima dengan rela apa yang ada, memohonkan kepada Allah tambahan yang pantas dan berusaha, menerima dengan sabar akan ketentuan Allah, bertawakal kepada Allah dan tidak tertarik pada tipu daya dunia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Ahmad Faruk |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 19 May 2025 03:16 |
| Last Modified: | 19 May 2025 03:16 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/32595 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
