Hidayah, Ifrotul (2025) Pandangan M. Quraish Shihab Terhadap Kerusakan Lingkungan Dalam Tafsir Al-Misbah: Pendekatan Teori Hermeneutika. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
IFROTUL HIDAYAH, S.Ag.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Kajian dalam penelitian ini berangkat dari realitas permasalahan
lingkungan hidup yang semakin kompleks dan mendesak di era modern ini. Kerusakan ekosistem, perubahan iklim, dan krisis air menjadi ancaman serius bagi
keberlangsungan hidup manusia. Di tengah upaya global untuk mengatasi
permasalahan ini, muncul berbagai perspektif dan pendekatan, termasuk dalam
konteks tafsir Al-Qur'an. Salah satu isu yang menarik perhatian adalah kerusakan
lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Perilaku manusia yang merusak lingkungan akan merugikan alam dan akan terjadi dampak dari perilaku manusia
tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode yang digunakan
oleh Quraish Shihab dalam menafsirkan Al-Qur'an dan untuk menyingkap
pandangan M. Quraish Shihab terhadap isu-isu kerusakan lingkungan dalam Al- Qur'an. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dengan
jenis penelitian kualitatif. Sumber primer berupa Al-Qur’an dan kitab Tafsir Al- Misbah. Sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab, buku, artikel jurnal, skripsi, maupun sumber lain yang relevan. Menggunakan pendekatan teori
hermeneutika teoritis milik Wilhelm Dilthey yang berpusat pada hubungan timbal
balik dari penghayatan (Erleben/ Erlebenis), ekspresi atau ungkapan (Ausdruck), dan pemahaman (Verstehen). Metode pengolahan data dalam penelitian ini
menggunakan metode deskriptif-analitik. Hasil dari penelitian ini yaitu hermeneutika Wilhelm Dilthey menekankan
integrasi pengalaman subjektif penafsir, ekspresi budaya, dan pemahaman kontekstual secara holistik. Shihab memadukan metode tahlili dan maudhu’i, mengelompokkan ayat berdasarkan tema sentral serta menjelaskan keterkaitan antar ayat melalui konsep munasabah, sehingga tafsirnya menjadi komprehensif dan relevan dengan problematika masyarakat modern. Dalam menafsirkan ayat- ayat seperti Al-Baqarah 11, Al-A’raf 56, Ar-Rum 41, dan Al-Baqarah 30, Shihab
menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab utama
menjaga kelestarian alam, dan kerusakan lingkungan merupakan akibat perilaku
manusia yang melampaui batas. Dengan mengaitkan pesan Al-Qur’an pada konteks sosial-budaya masa kini, penafsiran Shihab sejalan dengan prinsip Dilthey bahwa pemahaman teks harus melibatkan pengalaman hidup dan realitas.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Aksin Wijaya |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 04 Jun 2025 05:07 |
| Last Modified: | 04 Jun 2025 05:07 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33055 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
