Rosyidah, Ati’ (2025) Analisis Pertimbangan Hakim dalam Penolakan Permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Pacitan Perspektif Maṣlaḥah (Studi Penetapan Nomor 35/Pdt.P/2024/PA.Pct). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
Ati’ Rosyidah - 101210042 - ethesis.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Dispensasi kawin merupakan izin khusus yang diberikan oleh pengadilan bagi
calon pengantin yang belum mencapai batas usia minimal pernikahan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Namun, dalam beberapa kasus, hakim menolak permohonan dispensasi kawin dengan alasan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menolak permohonan dispensasi kawin pada Penetapan Nomor 35/Pdt.P/2024/PA.Pct di Pengadilan Agama Pacitan serta mengkaji akibat hukumnya dalam perspektif maṣlaḥah.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Analisis yuridis dan
maṣlaḥah terhadap Pertimbangan hakim dalam menolak permohonan dispensasi kawin pada penetapan nomor 53/pdt.p/2024/pa.pct? bagaimana akibat hukum penolakan permohonan dispensasi nikah pada penetapan pengadilan agama pacitan nomor 35/pdt.p/2024/pa.pct?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif yang berfokus pada analisis dokumen putusan pengadilan,peraturan perundang-undangan, dan literatur terkait. Data yang digunakan berupa Penetapan Nomor 35/Pdt.P/2024/PA.Pct, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan, serta Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 5 Tahun 2019, serta bahan hukum sekunder berupa jurnal, buku, dan penelitian terdahulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menolak permohonan dispensasi
kawin karena calon pengantin belum matang secara emosional dan ekonomi, serta berisiko mengalami dampak negatif seperti perceraian dini, gangguan kesehatan reproduksi, dan terbatasnya akses pendidikan. Majelis hakim juga memberikan pertimbangan yuridis, dimana hakim menilai bahwa meskipun calon istri telah hamil dua bulan, hal tersebut bukan alasan yang cukup kuat untuk mengabulkan dispenasi kawin. Hakim mempertimbangkan bahwa kehamilan diluar nikah tidak serta merta menjadi keadaan darurat, terutama karena calon suami belum memiliki pekerjaan dan keduanya belum siap secara mental serta ekonomi untuk menjalani pernikahan. Dalam perspektif maṣlaḥah,keputusan ini bertujuan untuk menjaga agama (hifz ad-din), menjaga jiwa (hifz an-nafs), menjaga akal (hifz al-aql), menjaga keturunan (hifz an-nasl), dan menjaga harta (hifz al-mal). Penolakan dispensasi kawin dilakukan dengan mempertimbangkan kemaslahatan yang lebih besar serta mencegah kemafsadatan yang dapat timbul akibat pernikahan dibawah umur. Akibat hukum dari penolakan permohonan dispensasi kawin tersebut menyebabkan anak pemohon tidak dapat melangsungkan perkawinan yang dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Rohmah Maulida |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 11 Jun 2025 04:31 |
| Last Modified: | 11 Jun 2025 04:31 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33273 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
