Handayani, Rizky Estu (2025) WORK-LIFE BALANCE GUNA MENINGKATKAN KINERJA PEKERJA PEREMPUAN SEKTOR FORMAL DI MAGETAN PERSPEKTIF MAQÂSID SHARÎ’AH. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
501230026_RIZKY ESTU HANDAYANI_PASCA EKONOMI SYARIAH.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Handayani, Rizky Estu. 2025. Work-Life Balance Guna Meningkatkan Kinerja Pekerja Perempuan Sektor Formal Di Magetan Perspektif Maqâsid Sharî’ah. Tesis. Program Studi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Ponorogo. Pembimbing 1: Dr. Aji Damanuri, M.E.I, Pembimbing 2: Dr. Luhur Prasetyo, M.E.I
Kata Kunci: Work-Life Balance, Pekerja Perempuan, Sektor Formal, Kinerja, Maqâsid Sharî’ah
Kondisi ekonomi dan tuntutan sosial telah mendorong perempuan untuk terlibat dalam dunia kerja, baik di sektor formal maupun informal. Namun, kondisi ini menimbulkan problem sosial berupa beban ganda, yaitu tanggung jawab profesional dan peran domestik. Ketidakseimbangan antara keduanya dapat menyebabkan stres dan menurunkan kinerja. Oleh karena itu, pencapaian work-life balance menjadi penting demi kualitas hidup dan kinerja yang optimal bagi pekerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk work-life balance, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta dampaknya terhadap kinerja perempuan di sektor formal di Magetan, dilihat dari perspektif Maqâsid Sharî’ah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan lapangan, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan yang bekerja di bidang pemerintahan desa, pendidikan, pelayanan publik, dan industri ritel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun istilah work-life balance belum dikenal secara teoritis oleh sebagian besar informan, praktiknya telah banyak diterapkan dalam kehidupan mereka. Empat bentuk work-life balance ditemukan, yaitu: work-dominant, balanced, alternating balance, dan integrated balance, dengan bentuk balanced sebagai bentuk yang paling dominan. Bentuk life-dominant tidak ditemukan, yang menunjukkan peningkatan kesadaran dan peran aktif perempuan dalam pekerjaan formal. Faktor-faktor yang memengaruhi work-life balance meliputi tiga aspek: (1) individu (2) organisasi serta (3) sosial (dukungan pasangan, keluarga, dan lingkungan). Ketiganya saling berkaitan dalam mendukung tercapainya keseimbangan peran perempuan pekerja. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mampu menyeimbangkan peran ganda memiliki kinerja yang lebih baik, loyalitas tinggi, efisiensi meningkat, serta kestabilan emosional yang baik. Dalam perspektif Maqâsid Sharî’ah, work-life balance mencerminkan upaya menjaga lima prinsip utama dalam Islam, yaitu perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dengan demikian, work-life balance bukan hanya relevan secara sosial dan profesional, tetapi juga merupakan wujud pengamalan nilai spiritual dalam kehidupan perempuan Muslim.
“WORK-LIFE BALANCE TO IMPROVE THE PERFORMANCE OF FEMALE FORMAL SECTOR WORKERS IN MAGETAN MAQÂSID SHARÎ’AH PERSPECTIVE”
ABSTRACT
The economic situation and social demands have encouraged women to participate in the workforce, both in the formal and informal sectors. However, this situation has led to social problems, particularly the issue of a double burden—professional responsibilities and domestic roles. An imbalance between these two can cause high levels of stress and decreased work performance. This study aims to analyze the forms of work-life balance, the influencing factors, and its impact on the performance of women in the formal sector in Magetan, viewed from the perspective of Maqāṣid Sharī‘ah. The research uses a qualitative method with a field research approach, employing interviews, observations, and documentation involving women working in village government, education, public services, and the retail industry. The findings indicate that although the concept of work-life balance is not widely known in theory among most of the respondents, its practice has been widely implemented in their daily lives. Four forms of work-life balance were identified: work-dominant, balanced, alternating balance, and integrated balance, with the balanced form being the most dominant. The life-dominant form was not found, indicating an increased awareness and active role of women in formal employment.The factors influencing work-life balance fall into three categories: (1) individual, (2) organizational, and (3) socialThese factors are interconnected in supporting the achievement of balanced roles for working women. The study concludes that women who are able to balance their dual roles tend to show better performance, higher loyalty, increased efficiency, and greater emotional stability. From the perspective of Maqāṣid Sharī‘ah, work-life balance reflects efforts to uphold the five main principles in Islam: protection of religion, life, intellect, lineage, and wealth. Thus, work-life balance is not only relevant socially and professionally, but also represents the practice of spiritual values in the lives of Muslim women in the formal sector.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Aji Damanuri Luhur Prasetyo |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1401 Economic Theory > 140199 Economic Theory not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 11 Jun 2025 05:58 |
| Last Modified: | 11 Jun 2025 05:58 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33286 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
