Nada, Dinda (2025) Praktik Rembuk Waris dalam Pembagian Harta Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Nadi Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
Dinda Zahrotun Nada_101210060_SKRIPSI.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Hukum kewarisan merupakan aturan yang mengatur tentang perpindahan kepemilikan (tirkah) atas peninggalan seorang pewaris, serta menentukan siapa saja yang berhak menjadi ahli waris. Dalam ajaran Islam, diakui bahwa apa yang dimiliki oleh seseorang semasa hidupnya akan berpindah kepada ahli waris setelah ia meninggal, tanpa membedakan antara anak kecil dan orang dewasa. Namun, dalam praktik di masyarakat Desa Nadi, yang mayoritas beragama Islam, masih banyak individu yang belum sepenuhnya menerapkan hukum kewarisan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana dibagikan sebelum pewaris meninggal.
Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, peneliti tertarik untuk menggali serta mengeksplorasi dua fokus masalah, yaitu: pertama, bagaimana perspektif Kompilasi Hukum Islam terkait dengan faktor-faktor yang melatarbelakangi rembuk waris di masyarakat Desa Nadi, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri? Kedua, bagaimana praktik rembuk waris dalam pembagian harta perspektif Kompilasi Hukum Islam di Desa Nadi, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri?
Dalam penelitian ini, menggunakan metode dengan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus yang didefinisikan sebagai suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan dari narasumber yang diamati. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer, yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan narasumber, serta data sekunder yang diambil dari buku dan ayat Al-Quran yang relevan dengan permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor yang melatarbelakangi rembuk waris adalah pemahaman masyarakat mengenai pembagian warisan secara adil dengan melibatkan pewaris masih hidup sebagai upaya untuk pencegahan menghindari konflik di antara para ahli waris setelah pewaris meninggal. (2) Praktik pembagian harta dengan rembuk waris yang dilakukan sebelum pewaris wafat dan secara lisan oleh pewaris dengan melibatkan tokoh masyarakat yang mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial ahli waris atau kebaktiannya terhadap pewaris semasa hidupnya. Langkah ini diambil semata-mata untuk mencegah munculnya konflik antar keluarga dan juga kepuasan bagi pewaris. Berdasarkan data dan analisis menunjukkan bahwa masyarakat Desa Nadi lebih memilih rembuk dibandingkan dengan penerapan ketentuan hukum formal yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam. Harta warisan tersebut dibagikan sebelum pewaris meninggal secara lisan yang bertujuan untuk mencegah konflik antar ahli waris dan juga keluarga. Oleh karena itu, diperlukan adanya edukasi lebih lanjut tentang pengetahuan Hukum Waris Islam supaya dapat sesuai dengan ketentuan terutama dalam Kompilasi Hukum Islam yang berlaku, namun tetap memperhatikan dan mempertahankan nilai-nilai kekeluargaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Anis Hidayatul Imtihanah |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 16 Jun 2025 08:22 |
| Last Modified: | 16 Jun 2025 08:22 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33552 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
