INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP SOSIAL SANTRI DI MASYARAKAT (Studi Multi Situs Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo dan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo)

Nazhifah, Ghina Rizqi (2025) INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP SOSIAL SANTRI DI MASYARAKAT (Studi Multi Situs Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo dan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo). Masters thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of Ghina Rizqi Nazhifah_505230028_PAI.pdf]
Preview
Text
Ghina Rizqi Nazhifah_505230028_PAI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Nazhifah, Ghina Rizqi. 2025, Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural dalam Mengembangkan Sikap Sosial Santri di Masyarakat (Studi Multi Situs Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo dan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo). Tesis. Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Ponorogo, Pembimbing 1: Dr. Sugiyar M.Pd.I. Pembimbing 2: Dr. Afif Syaiful Mahmudin, M.Pd.I.
Kata Kunci: Internalisasi nilai, Pendidikan Islam Multikultural, Sikap Sosial
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama dan interaksi sosial santri, namun masih ditemui tantangan seperti sikap individualis, kurangnya kepedulian, dan rendahnya kemampuan bersosialisasi, khususnya di kalangan santri dari beragam latar belakang. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo dan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studimultisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan teknik yang diusulkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana, yang mencakup proses pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Menganalisis internalisasi nilai ta‘āruf dalam mengembangkan sikap sosial santri di pondok pesantren Pondok pesantren Darul Falah Sukorejo dan pondok pesantren Assyafi’iyah Durisawo. 2) Menganalisis internalisasi nilai tasāmuḥ dalam mengembangkan sikap sosial santri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo dan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo. 3) Menganalisis internalisasi nilai taʿāwun dalam mengembangkan sikap sosial santri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo dan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo.
Hasil penelitian pada proses internalisasi nilai taʿāruf (saling mengenal) yaitu tahap Transformasi di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo dilakukan melalui kitab Taisīr al-Khulāq, Adabu al-‘Ālim wa al-Muta‘allim, serta visi misi pesantren. Sedangkan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo menggunakan kitab Bulūgh al-Marām, Waṣāyā al-Ābā’, dan Ngudi Susilo. Pada tahap transaksi nilai, Darul Falah mengadakan sima’an Al-Qur’an, sedangkan Assyafi’iyah menyelenggarakan sholat berjamaah dan peringatan Isra’ Mi’raj. Tahap transinternalisasi terlihat dari sikap saling menyapa dan mengenal di Darul Falah, serta kebiasaan bersalaman dan mengobrol dengan warga di Assyafi’iyah. Dampak sikap sosial yang diperoleh dari proses internalisasi nilai taʿāruf yaitu sikap solidaritas yang tinggi dalam aktivitas bersama masyarakat sekitar.
Hasil penelitian pada proses internalisasi nilai tasāmuḥ (toleransi) di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo menekankan pada pengajaran kitab seperti Taisīr al-Khulāq dan Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim yang menanamkan sikap sabar, menghargai perbedaan, dan bersikap terbuka. Sementara Assyafi’iyah Durisawo menanamkan nilai Tasāmuḥ melalui kitab seperti Bulūgh al-Marām, Waṣāyā al-Ābā’, dan Ngudi Susilo, yang menekankan pentingnya kelembutan dan menghormati sesama tanpa memandang latar belakang. Pada tahap transaksi, Darul Falah melalui kegiatan sholawatan yang dibuka untuk umum. Sedangkan Assyafi’iyah mempraktikkannya melalui kegiatan Megengan. Tahap Transinternalisasi dengan adanya sholawatan para santri dapat lebih terbuka danmudah menerima berbagai kalangan Masyarakat dan dengan adanya kegiatan megengan dapat menjadi ruang akulturasi budaya dan penghormatan tradisi local para santri. Dampak sikap social dari penerapan nilai tasāmuḥ melalui kegiatan tersebut yaitu membentuk sikap santri yang toleran, terbuka, dan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat di sekitarnya.
Hasil penelitian pada prose taʿāwun (kerja sama) di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, pada tahap transformasi nilai ditanamkan melalui kitab-kitab seperti Taysīr al-Khulāq dan Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim, sedangkan Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo melalui kitab seperti Ngudi Susilo dan Bulūgh al-Marām. Tahap transaksi nilai tercermin dalam kegiatan kerja bakti dan bakti social di Pondok Pesantren Darul falah, serta kegiatan doa Bersama di Pondok Pesantren Assyafi’iyah. Tahap Transinternalisasi di Darul Falah para santri tolong menolong dan bekerja sama dalam acara kerja bakti dan bakti social dengan masyarakat, sedangkan Assyafi’iyah dengan kegiatan doa Bersama para Masyarakat saling bekerja sama dan gotong royong untuk mensukseskan kegiatan tersebut dengan membawa pelangan, membersihkan masjid dan lain sebagainya. Hal ini memberikan dampak positif mengenai sikap sosial yaitu para santri dengan Masyarakat sekitar saling bekerja sama dan membangun ukhuwah yang baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: 1. Sugiyar 2. Afif Syaiful Mahmudin
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 17 Jun 2025 02:53
Last Modified: 17 Jun 2025 02:53
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33588

Actions (login required)

View Item View Item