Pemikiran Qasim Al-Amin Tentang Kewajiban Talak Di Hadapan Hakim Dan Kehadiran Dua Saksi Perspektif Maqasid Al-Shariah Jasser Auda

Putri, Rahma Yastika (2025) Pemikiran Qasim Al-Amin Tentang Kewajiban Talak Di Hadapan Hakim Dan Kehadiran Dua Saksi Perspektif Maqasid Al-Shariah Jasser Auda. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of SKRIPSI - RAHMA YASTIKA PUTRI - UPLOAD ETHESIS.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI - RAHMA YASTIKA PUTRI - UPLOAD ETHESIS.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Putri, Rahma Yastika 2025. Pemikiran Qasim Al-Amin Tentang Kewajiban Talak di Hadapan Hakim dan Kehadiran Dua Saksi Perspektif Maqa>s}id Al-Shari>’ah Jasser Auda. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Drs. H. M. Muhsin, M.H.
Kata Kunci/keyword: Qasim al-Amin, Talak, Saksi.
Penelitian ini melibatkan analisis terperinci terhadap tulisan-tulisan dan pandangan Qasim al-Amin tentang talak dengan menggunakan perspektif maqa>s}id al-shari>’ah Jasser Auda untuk memahami sejauh mana pandangannya sesuai dengan tujuan pokok maqa>s}id al-shari>’ah. Dengan menggabungkan perspektif Qasim al-Amin tentang talak dengan kerangka kerja maqa>s}id al-shari>’ah Jasser Auda, penelitian ini bertujuan untuk menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana konsep hukum Islam, khususnya dalam konteks talak, dapat diinterpretasikan dan diterapkan secara kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pemikiran Qasim al-Amin tentang talak harus di Pengadilan perspektif maqa>s}id al-shari>’ah Jasser Auda? dan 2. Bagaimana pemikiran Qasim al-Amin tentang adanya dua orang saksi dalam pengucapan talak di Pengadilan perspektif maqa>s}id al-shari>’ah Jasser Auda?
Penelitian ini menggunakan metode riset pustaka dengan menggunakan sumber primer dari kitab Taḥrīr al-Mar’ah karya Qasim al-Amin kemudian dianalisis menggunakan maqa>s}id al-shari>’ah Jasser Auda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan Qasim al-Amin tentang kewajiban talak di hadapan hakim dan kehadiran dua saksi sejalan dengan prinsip-prinsip dasar maqa>s}id al-shari>’ah, khususnya dalam aspek perlindungan terhadap jiwa (hifz} al-nafs), kehormatan , keturunan (hifz} al-nasl), dan keadilan (hifdz adl). Pemikiran Qasim Al-Amin juga relevan dengan tujuan pokok maqa>s}id al-shari>’ah Jasser Auda yang meliputi : memelihara iman, memelihara jiwa, memelihara akal, keturunan, dan kehormatan. Jasser Auda dalam teorinya menekankan pentingnya nilai-nilai kemaslahatan, keadilan substantif, dan perlindungan hak-hak individu dalam sistem hukum Islam, yang juga tercermin dalam pemikiran Qasim al-Amin. Kehadiran hakim dan dua saksi dalam proses talak bukan semata prosedural, melainkan sebagai instrumen penting untuk memastikan legalitas, keadilan, serta perlindungan terhadap pihak-pihak yang berpotensi dirugikan, khususnya perempuan dan anak. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya aktualisasi pemikiran Qasim al-Amin dalam konteks legislasi hukum keluarga Islam modern yang berbasis nilai-nilai maqa>s}id al-shari>’ah secara dinamis dan responsif terhadap problematika sosial-keluarga kontemporer.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 17 Jun 2025 03:27
Last Modified: 17 Jun 2025 03:27
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33644

Actions (login required)

View Item View Item