Analisis Tindakan Sosial Terhadap Persepsi Warga Tentang Ketidakakuratan Arah Kiblat Masjid-Masjid NU Di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

Prasetyo, Aris (2025) Analisis Tindakan Sosial Terhadap Persepsi Warga Tentang Ketidakakuratan Arah Kiblat Masjid-Masjid NU Di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of ETHESIS ARIS PRASETYO.pdf]
Preview
Text
ETHESIS ARIS PRASETYO.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Aris Prasetyo. 2025, Analisis Tindakan Sosial Terhadap Persepsi Warga Tentang Ketidakakuratan Arah Kiblat Masjid-Masjid Nu Di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Ponorogo. Pembimbing Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I.
Kata kunci: Tindakan Sosial, Persepsi Warga, Arah Kiblat, Masjid NU.
Arah kiblat merupakan unsur vital dalam pelaksanaan salat umat Islam, karena menjadi syarat sah ibadah tersebut. Penentuan arah kiblat yang akurat menjadi penting, terlebih pada tempat ibadah seperti masjid. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak masjid, termasuk di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, yang arah kiblatnya belum sesuai secara astronomis. Kondisi ini memunculkan respons sosial berupa persepsi beragam dari warga, pengurus masjid, dan pihak KUA. Sebagian besar masyarakat tetap mengikuti arah kiblat lama berdasarkan warisan tradisi dan ketenangan batin, meskipun KUA telah memberikan sosialisasi dan koreksi arah kiblat..
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1.) Bagaimana analisis persepsi tindakan sosial Masyarakat dan Pengurus masjid terkait ketidakakuratan arah kiblat pada masjid-masjid NU? 2.) Bagaimana analisis persepsi tindakan sosial KUA terkait ketidakakuratan arah kiblat pada masjid-masjid NU?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghaslkan data deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data, menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi warga terhadap ketidakakuratan arah kiblat dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, budaya lokal, loyalitas terhadap ulama pendahulu, serta keterbatasan pemahaman terhadap metode pengukuran modern. Sebagian masyarakat merasa tidak perlu melakukan perubahan arah kiblat selama ibadah tetap dijalankan dengan keyakinan. Di sisi lain, KUA memegang peran sebagai fasilitator yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya arah kiblat yang tepat melalui pendekatan sosiologis yang persuasif. Namun, efektivitas upaya tersebut sangat bergantung pada tingkat kesadaran, penerimaan, dan kesiapan masyarakat dalam menerima pembaruan keagamaan yang berbasis ilmu falak dan teknologi

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ahmad Junaidi
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 18 Jun 2025 01:13
Last Modified: 18 Jun 2025 01:13
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33730

Actions (login required)

View Item View Item