Yusro, Waizzati Annisa (2025) Fatherless Sebagai Pemicu Trust Issue Anak Perempuan Dewasa Awal Terhadap Pernikahan (Studi Terhadap Perempuan Dewasa Awal Gen Z di Desa Krandegan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
THESIS APLOUD PDF.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Yusro, Waizzati Annisa 2025. Fatherless Sebagai Pemicu Trust Issues Anak
Perempuan Dewasa Awal terhadap Pernikahan. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Martha Eri Safira, M.H.
Kata Kunci/Keywords: Fatherless, Trust Issues, Pernikahan
Fenomena fatherless semakin marak terjadi di era Gen Z dan berdampak signifikan terhadap psikologis anak perempuan, seperti munculnya trust issues dan ketakutan terhadap pernikahan. Di Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, ditemukan beberapa perempuan Gen Z enggan menikah karena pengaruh fatherless. Maka dari hal tersebut, ditemukan problem yang menarik untuk diteliti, yakni apa yang menjadi faktor mereka enggan menikah, dan upaya supaya mereka bisa sembuh dan tidak takut menikah..
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana pandangan perempuan Gen Z di Desa Krandegan yang mengalami fatherless terhadap pernikahan ditinjau dari teori parental investment? dan (2) Bagaimana solusi terhadap pengaruh fatherless yang dialami perempuan Gen Z di Desa Krandegan dalam perspektif Psikologi Keluarga Islam?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus dengan lima informan utama dan tiga informan tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Teori Parental Investment digunakan untuk melihat pandangan terhadap pernikahan, sedangkan pendekatan Islamic Spiritual Coping dipakai untuk menganalisis solusi psikologis dan spiritual.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman fatherless pada perempuan Gen Z di Desa Krandegan berdampak pada munculnya trust issues dan pandangan negatif terhadap pernikahan. Berdasarkan teori Parental Investment, absennya figur ayah menghambat pembentukan kelekatan emosional serta pemahaman terhadap relasi laki-laki yang sehat. Trauma akibat ditinggalkan membuat para informan cenderung defensif dan sulit percaya pada pasangan. Dalam perspektif Psikologi Keluarga Islam, solusi terhadap dampak ini dapat dilakukan melalui pendekatan Islamic Spiritual Coping seperti salat, doa, dzikir, dan membangun lingkungan religius. Pendekatan ini membantu individu menguatkan aspek spiritual dan psikologis, sehingga mampu membentuk kembali makna pernikahan secara sehat dan Islami. Dengan demikian, fatherless bukan sekadar isu sosial, melainkan persoalan multidimensi yang menuntut sinergi peran keluarga, agama, dan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Martha Eri Safira |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 18 Jun 2025 02:15 |
| Last Modified: | 18 Jun 2025 02:15 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33862 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
