Pertiwi, Galuh Amaliya (2025) Tinjauan Konsep Nuqud Dalam Fiqih Terhadap Gagasan Umar Ibrahim Vadillo Tentang Penggunaan Dinar dan Dirham. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
This is the latest version of this item.
|
Text
e-theses Galuh Amaliya Pertiwi.pdf Download (1MB) |
Abstract
Konsep nuqud dalam fiqih merupakan bagian penting dari kajian muamalah yang mengatur prinsip-prinsip keadilan, keabsahan, dan nilai intrinsik dalam transaksi. Secara historis, Islam pernah menggunakan dinar (emas) dan dirham (perak) sebagai alat tukar yang sah dan riil dalam praktik ekonomi pada masa awal peradabannya. Namun, dalam perkembangan ekonomi modern, sistem keuangan global justru didominasi oleh penggunaan fiat money yang tidak memiliki nilai intrinsik dan hanya bergantung pada kepercayaan terhadap negara yang menerbitkannya. Umar Ibrahim Vadillo, seorang pemikir ekonomi Islam kontemporer, menentang penggunaan fiat money, karena dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, sehingga ia menyerukan kembali penggunaan dinar dan dirham sebagai altenatifnya. Gagasannya ini menarik untuk dikaji, karena menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana konsep nuqud dalam fiqih merespons perubahan bentuk uang di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau gagasan Umar Ibrahim Vadillo terhadap fiat money dan terkait penggunaan dinar dan dirham dalam kaitannya dengan konsep nuqud dalam fiqih.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana gagasan Umar Ibrahim Vadillo terhadap fiat money ditinjau dari konsep nuqud dalam fiqih? Bagaimana kesesuaian gagasan Umar Ibrahim Vadillo tentang penggunaan dinar dan dirham dengan konsep nuqud dalam fiqih?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research) dan pendekatan normatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gagasan Umar Ibrahim Vadillo terhadap fiat money sejalan dengan konsep nuqud dalam fiqih. Dalam hal ini, mayoritas ulama memperbolehkan penggunaan fiat money, karena tidak ada nash yang mengatur secara eksplisit tentang penggunaan uang dalam Islam, sehingga mayoritas ulama menganggap bahwa fiat money dapat digunakan, serta tidak melanggar aturan dan hukum Islam selama uang tersebut dikeluarkan oleh lembaga negara yang berwenang. (2) Gagasan Umar Ibrahim Vadillo tentang penggunaan dinar dan dirham sangat sesuai dengan konsep nuqud dalam Islam. Namun demikian, penggunaan kembali dinar dan dirham memiliki hambatan, seperti penerimaan masyarakat, kebijakan negara, serta keterbatasan emas dan perak sebagai komoditas tambang yang menyebabkan dinar dan dirham menjadi tidak efektif digunakan. Selain itu, terkait fungsinya menunjukkan bahwa uang di era modern telah bertransformasi menjadi lebih kompleks dibandingkan pada zaman dahulu yang hanya digunakan sebagai alat pertukaran dan satuan nilai.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Muhammad Maksum |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo |
| Date Deposited: | 18 Jun 2025 04:01 |
| Last Modified: | 18 Jun 2025 04:01 |
| URI: | http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/33884 |
Available Versions of this Item
-
Tinjauan Konsep Nuqud Dalam Fiqih Terhadap Gagasan Umar Ibrahim Vadillo Tentang Penggunaan Dinar dan Dirham. (deposited 17 Jun 2025 08:02)
- Tinjauan Konsep Nuqud Dalam Fiqih Terhadap Gagasan Umar Ibrahim Vadillo Tentang Penggunaan Dinar dan Dirham. (deposited 18 Jun 2025 04:01) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
