KISAH NABI SULAIMAN AS DALAM AL-QUR'AN (Studi Kisah Isra’iliyat Nabi Sulaiman pada Q.S. An-Naml Ayat 18-21 dalam Kitab Tafsir At-Thabari))

Syah, Ilham (2025) KISAH NABI SULAIMAN AS DALAM AL-QUR'AN (Studi Kisah Isra’iliyat Nabi Sulaiman pada Q.S. An-Naml Ayat 18-21 dalam Kitab Tafsir At-Thabari)). Undergraduate (S1) thesis, IAINPonorogo.

[thumbnail of TESIS ILHAM.pdf]
Preview
Text
TESIS ILHAM.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kata Kunci: Kisah Isra’iliyat, Nabi Sulaiman As, Al-Qur’an, Q.S. An-Naml Ayat 18-21, Kitab Tafsir At-Thabari.

Kisah al-Qur’an Merupakan salah satu tema dengan jumlah ayat terbanyak dalam al-Qur’an. Salah satunya dijelaskan menggunakan riwayat Isra’iliyyat, yang digunakan mufassir untuk menafsiri ayat al-Qur’an. Dan respon dari para pembaca tafsir sangat banyak meliputi positif dan negatif. Al-Qur’an menampilkan kisah-kisahnya bertujuan agar manusia dapat mengambil pelajaran dari orang-orang terdaulu ataupun dijadikan pengalaman atas runtutan peristiwa yang terjadi saat itu. Adanya penelitian ini untuk membedah bagaimana kisah Isra’illiyat dalam tafsir at-Thabari tentang kisah Nabi Sulaiman dalam Q.S. An-Naml ayat 18-21. Kedua, untuk mengetahui keunikan di balik penafsiran at-Thabari tentang kisah Nabi Sulaiman dalam Q.S An-Naml ayat 18-21.
Penelitian ini berdasarkan pada penelitian kepustakaan (Library reseach) dengan mengangkat penafsiran At-Thabari dalam kitabnya Tafsir Jami’ul Bayan. Dengan mengunakan metode deskriptif-analisis, penelitian ini berusaha membedah Penafsiran at-Thabari terhadap kisah Nabi Sulaiman Q.S An-Naml ayat 18-21. Dalam penelitian ini, peneliti merumuskan dua pokok permasalahan, diantaranya bagaimana kisah Isra’illiyat dalam tafsir at-Thabari tentang kisah Nabi Sulaiman Q.S An-Naml ayat 18-21, bagaimana keunikan penafsiran at-Thabari tentang kisah Nabi Sulaiman Q.S An-Naml ayat 18-21.
Dari pokok permasalahan tersebut melahitkan beberapa temuan terkait. Pertama, Penafisan at-Thabari tentang kisah Nabi Sulaiman Q.S An-Naml ayat 18-21 penyampaian detail kisahnya menggunakan riwayat Isra’illiyat. Karena sesuai dengan teori kisah Isra’illiyat yang selama ini digunakan oleh mayoritas ulama’, yakni adanya sumber primer riwayat Isra’illiyat yang umumnya perawinya para tokoh ahli kitab yang masuk Islam, seperti Wahab bin Munabbih. Dan sebagian besar riwayat itu dikutip dari sumber sekunder Isra’illiyat seperti Ibnu Abbas, Yakni para sahabat, tabi’in, dan pengikut tabi’in yang mendapat riwayat tersebut dari ahli kitab. Kedua, keunikan penafsiran at-Thabari yakni dari sekian banyaknya riwayat kisah yang menceritakan Nabi Sulaiman at-Thabari mampu mengungkapkannya dengan begitu indah melalui adanya pembahasan Qira’at dari beberapa pendapat imam qira’at, dan ketika terjadinya perbedaan riwayat at-Thabari mampu menyelesaikannya menggunakan jawaban dari sya’ir Arab.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ahmad Faruq
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 18 Jun 2025 06:10
Last Modified: 18 Jun 2025 06:10
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33909

Actions (login required)

View Item View Item