Pandangan Tokoh MUI Kabupaten Ponorogo Terhadap Praktik Penjualan Harta Waris Oleh Ahli Waris Sebelum Dibagi (Studi Kasus Di Kecamatan Ponorogo Dan Babadan)

Salsabila, Rifqi Aulia (2025) Pandangan Tokoh MUI Kabupaten Ponorogo Terhadap Praktik Penjualan Harta Waris Oleh Ahli Waris Sebelum Dibagi (Studi Kasus Di Kecamatan Ponorogo Dan Babadan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponprogo.

[thumbnail of Rifqi Aulia Salsabila_101210169_Hukum Keluarga Islam.pdf]
Preview
Text
Rifqi Aulia Salsabila_101210169_Hukum Keluarga Islam.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Salsabila, Rifqi Aulia . 2025. Pandangan Tokoh Mui Dikabupaten Ponorogo Terhadap Penjualan Harta Waris Oleh Ahli Waris Sebelum Dibagi Perspektif Hukum Islam Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Khotifatul Defi Nofitasari, M. H.

Kata Kunci/Keywords: Fikih Mawārits, KHI, Maqāṣid Syarī‘ah, Penjualan Harta Warisan
Indonesia sebagai negara hukum dengan mayoritas penduduk beragama Islam memiliki sistem hukum yang juga dipengaruhi oleh nilai-nilai syariat, termasuk dalam hal pembagian warisan. MUI adalah lembaga resmi yang diakui pemerintah dan masyarakat sebagai rujukan dalam persoalan keagamaan, termasuk hukum Islam serta lemabaga yang berhak mengeluarkan fatwa. Dalam praktiknya, sering terjadi penjualan harta waris sebelum dilakukan pembagian sesuai aturan, yang dapat menimbulkan konflik di antara para ahli waris. Padahal menurut Pasal 183 KHI, penjualan harta warisan hanya sah apabila ada kesepakatan seluruh ahli waris, karena harta tersebut masih dianggap sebagai milik bersama. Ketidaksepahaman mengenai prosedur ini menyebabkan pelanggaran hak-hak ahli waris lainnya, termasuk anak-anak yang memiliki bagian tertentu dalam warisan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimana pandangan tokoh MUI di Kabupaten Ponorogo terhadap praktik penjualan harta waris oleh ahli waris sebelum dibagi ? (2) bagaimana argumentasi hukum pandangan MUI kabupaten ponorogo terhadap praktik penjualan harta waris oleh ahli waris sebelum dilakukan pembagian ?
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan teori yang meliputi Hukum Islam : fikih mawārits, KHI, dan Maqāṣid Syarī‘ah .
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dengan para tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ponorogo, dapat disimpulkan bahwa praktik penjualan harta warisan sebelum dilakukan pembagian secara sah menurut hukum Islam merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Hal ini dikarenakan setiap ahli waris memiliki hak yang melekat atas bagian warisannya, dan hak tersebut hanya dapat dialihkan atau dipindahtangankan setelah terjadi kesepakatan bersama dan pembagian yang adil. Selain itu, praktik tersebut dipandang sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip maqāṣid syarī‘ah, khususnya dalam aspek perlindungan harta (ḥifẓ al-māl), keadilan (al-‘adālah), dan menjaga hubungan kekeluargaan (ḥifẓ an-nasl). menegaskan pentingnya penyelesaian pembagian warisan melalui mekanisme yang adil dan musyawarah, demi menjaga hak-hak seluruh ahli waris, menghindari kemudharatan, dan mewujudkan keberkahan dalam keluarga.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Khotifatul Defi Nofitasari
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 19 Jun 2025 01:31
Last Modified: 19 Jun 2025 01:31
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/33984

Actions (login required)

View Item View Item