..(FILE KOSONG, UPLOAD ULANG).. HAK NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS SANTRI BERLATAR BELAKANG BROKEN HOME DI PONDOK PESANTREN NURUL AKBAR)

Khanif, Khafidul (2025) ..(FILE KOSONG, UPLOAD ULANG).. HAK NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS SANTRI BERLATAR BELAKANG BROKEN HOME DI PONDOK PESANTREN NURUL AKBAR). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK

Khanif, Khafidul, 2024. HAK NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Santri Berlatar Belakang Broken Home di Pondok Pesantren Nurul Akbar)Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Abid Rohmanu, M.H.I
Kata kunci : Hak Nafkah, Nafkah Anak, Peralihan Hak Nafkah

Secara normatif pemenuhan nafkah pada anak merupakan kewajiban bagi suami, dalam hal ini istri juga diperbolehkan membantu suami dalam memenuhi nafkah anak, namun pada hakikatnya kewajiban seorang istri adalah mendidik dan mengasuh anak dalam batas umur 12 tahun atau sampai anak itu sudah mumayyiẓ dan dapat membedakan mana yang baik dan salah.
Mengingat anak kecil di bawah umur memerlukan kasih sayang yang khusus dari orang tua mereka masing-masing, yang mana secara prakteknya dalam pengasuhan anak banyak orang tua yang mengalihkan hak nafkah dan asuhnya terhadap anaknya ke perseorangan maupun lembaga pendidikan, terutama Pondok Pesantren.
Berangkat dari persoalan di atas skripsi ini akan membahas kasus tentang pemenuhan nafkah anak yang ada lembaga Pondok Pesantren Nurul Akbar. Untuk meneliti lebih mendalam peneliti mengambil rumusan masalah yaitu: Pertama, Bagaimana proses pengalihan hak nafkah santri broken home dari orang tua ke pihak Pondok Pesantren Nurul Akbar Ponorogo menurut Hukum Islam? Kedua, bagaimana tantangan terhadap pememenuhan nafkah anak broken home di Pondok Pesantren Nurul Akbar Ponorogo?
Bahwa dari hasil penelitian di Pondok Pesantren Nurul Akbar terkait peralihan nafkah santri berlatar belakang broken home dari orang tua ke pihak ponpes Nurul Akbar dilakukan oleh orang tua ataupun wali dari anak tersebut. Adapun alasan pengalihan tersebut dikarenakan ketidak mampuan orang tua dalam memenuhi hak nafkah anak tersebut, dikarenakan sang ayah tidak memberikan nafkah kepada anak tersebut pasca perceraian. Hal ini terjadi karena sang ayah tidak mampu dalam ekonomi ataupun karena adanya keluarga baru dari sang ayah.
Dalam hukum Islam dijelaskan bahwa peralihan nafkah hanya boleh di lakukan ketika sang ayah benar-benar tidak mampu bekerja, jika ayah mampu bekerja maka sang ayah tetap berkewajiban memberikan nafkah kepada anak tersebut sampai anak itu mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam hal tersebut tedapat beberapa tantantangan yang dialami oleh pihak Pondok Pesantren dalam pemenuhan nafkah kepada santri berlatar belakang broken home, yaitu: keterbatasan biaya, kesulitan mencari donatur, dan Keterbatasan santri pengasuh secara khusus.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Abid Rohmanu
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 25 Jun 2025 01:38
Last Modified: 25 Jun 2025 01:38
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/34376

Actions (login required)

View Item View Item