Ariyani, Ana (2025) Konsep Nushuz Dalam Perspektif Tafsir Al-Misbah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
Ana Ariyani 301210013 .pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Permasalahan nushūz dalam kehidupan rumah tangga merupakan isu yang cukup kompleks dan sensitif karena melibatkan relasi antara suami dan istri. Nushūz secara umum dipahami sebagai bentuk pembangkangan atau ketidaktaatan dari salah satu pihak terhadap pasangannya. Didalam Al-Qur’an telah dibahas permasalahan ini dalam beberapa ayat, khususnya QS. An-Nisa [4]: 34 dan 128. Penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut menjadi penting agar tidak terjadi pemahaman yang keliru, terutama dalam penerapan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji konsep nushūz menurut perspektif Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, yang dikenal memiliki pendekatan moderat dan kontekstual.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Quraish Shihab menafsirkan makna nushūz baik dari pihak istri maupun suami, serta bagaimana solusi yang ditawarkan Qurish Shihab dalam menyikapi konflik rumah tangga yang berkaitan dengan masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, yakni dengan menelaah literatur yang relevan, khususnya kitab Tafsir Al-Misbah, serta sumber-sumber penunjang lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian
Hasil penelitian menunujukkan makna nushūz menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah mencakup sikap pembangkang dalam hubungna suami istri, baik dari pihak suami maupun istri, yang dapat mengganggu keharmonisn rumah tangga. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menafsirkan Surah An-Nisa ayat 34 dan 128, menggunakan pendekatan tafsir gabungan antara metode tahlīlī dan tematik dengan menghubungan antar ayat dan konteks social historis. Dalam menafsirkan Surah An-Nisa ayat 34 dan 128, mendorong pemahaman yang adil, dan penuh tanggung jawab dalam relasi suami istri. Menolak kekerasan dengan mengedepankan penyelesaian melalui musyawarah. Pandangan ini mencerminkan komitmennya terhadap keadilan gender serta menunjukkan relevansi tafsir Al-Qur’an dengan tantangan sosial masa kini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Kayyis Fithri Ajhuri |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 03:47 |
| Last Modified: | 26 Jun 2025 03:47 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34504 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
