Agustia, Zennanta (2025) konsep tajalliyat dalam proses penciptaan adam pada tafsir jawa faid ar-rahman karya kiai salih darat. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
301210094_Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
Pemaparan kisah penciptaan Nabi Adam dalam tafsir Fa`id} Ar-Rah}ma>n tidak hanya secara naratif, tetapi juga menyiratkan dimensi esoteris (makna isha>ri) yang mendalam. Makna isha>ri yang mencolok dari penafsiran kisah tersebut adalah adanya konsep tajalliya>t. Dalam tradisi sufistik, konsep tajalliya>t memiliki kedekatan maknawi dengan insa>n ka>mil. Dalam konteks sejarah dan pemikiran Islam, konsep tajalliya>t seringkali disadurkan pada ulama sufi non-Nusantara dan dirujuk pada literatur non-tafsir. Penelitian ini menjadi signifikan karena belum ada kajian khusus yang mengulas hubungan antara tajalliya>t, insa>n ka>mil, dan proses penciptaan Adam dalam tafsir tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep tajalliya>t dan insa>n ka>mil dalam proses penciptaan Adam sebagaimana dipaparkan dalam tafsir Fa`id} Ar-Rah}ma>n, serta menganalisis implikasi antar keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan studi tematik kitab tafsir dan content analysis. Data primer diperoleh dari tafsir Fa`id} Ar-Rah}ma>n yang telah di tahqiq. Teknik analisis dilakukan secara berlapis, mulai dari reduksi data, klasifikasi, hingga interpretasi melalui metode heuristic, verifikasi, serta sintesis tematik.
Adapun hasil dari penelitian ini, bahwa konsep tajalliya>t pada proses penciptaan Adam dalam tafsir Fai>d} ar-Rah}ma>n adalah wujud asma dan sifat Allah yang dimanifestasikan pada z}at dan sifat makhluk (Adam) sehingga nampak Z}at Tuhan pada diri makhluk (ana huwa la huwa). Konsep Insa>n Ka>mil pada proses penciptaan Adam dalam tafsir Jawa Fai>d} ar-Rah}ma>n adalah kesempurnaan manusia melalui kemuliaan khali>fah berupa dipakaikannya ta>j al-kara>mah, pakaian sa’a>dah, dan disabuki dengan nit}a>q al-qurbah. Implikasi antar keduanya di argumentasikan melalui tiga nalar; nalar epistemologis mengejawantahkan ilmu asma` sebagai pengetahuan fundamental tercapainya tajalliya>t dan insa>n ka>mil, nalar ontologis menjadikan “keberadaan” tajalliya>t sebagai tangga menuju insa>n ka>mil, dan nalar kosmis memposisikan insa>n ka>mil sebagai puncak tertinggi tajalliya>t dalam dimensi esoteristik. Dengan demikian, Adam merupakan wujud insa>n ka>mil yang dimanifestasikan melalui tajalliya>t Allah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Muhammad Irfan Riyadi |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 04:23 |
| Last Modified: | 26 Jun 2025 04:23 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34516 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
