Pratiwi, Oktavia Widyaningrum (2025) KONTEKSTUALISASI QIṢĀṢ DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS HERMENEUTIKA MA’NĀ-CUM-MAGHZĀ ATAS QS. ASY SYURA AYAT 40. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
301210074_Oktavia Widyaningrum P_IAT.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Kajian terhadap konsep qiṣāṣ sering kali terjebak dalam pendekatan tekstual yang menekankan aspek literal, sehingga berpotensi mengabaikan dimensi moral dan sosial yang lebih luas. Padahal, dalam konteks maqāṣid al-sharī‘ah, hukum Islam sejatinya mengandung nilai-nilai keadilan substantif yang lebih dari sekadar balasan fisik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan Ma’nā-cum-Maghzā yang mampu menggali makna terdalam dari teks agar qiṣāṣ tetap relevan, aplikatif, dan sesuai dengan prinsip kemanusiaan dalam masyarakat modern.
penelitian ini berfokus pada bagaimana ayat tentang qiṣāṣ dalam Al-Qur’an dikontekstualisasikan melalui pendekatan hermeneutika Ma‘nā-cum-Maghzā. Penelitian ini juga membahas implikasi dari penafsiran tersebut terhadap realitas sosial dan hukum dalam konteks kekinian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengungkap fenomena sosial dan dinamika hukum Islam yang hidup di tengah masyarakat. Kontekstualisasi ayat qiṣāṣ melalui dianalisis melalui pendekatan hermeneutika Ma‘nā-cum-Maghzā.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ayat tentang qiṣāṣ dalam Q.S. Asy-Syūrā [42]: 40 berbicara dalam konteks keadilan proporsional yang mengedepankan sikap empatik sebagai prinsip utama dalam penyelesaian persoalan sosial. Melalui pendekatan hermeneutika Ma‘nā-cum-Maghzā, pesan utama ayat ini tidak hanya terbatas pada aspek retributif, tetapi lebih jauh menekankan prinsip keadilan yang seimbang antara hak korban, pelaku, dan masyarakat. Dalam konteks kekinian, pendekatan ini memberikan implikasi penting terhadap reformulasi pemikiran hukum Islam menuju arah yang lebih humanistik. Pendekatan Ma‘nā-cum-Maghzā mendorong reinterpretasi qiṣāṣ sebagai bentuk keadilan restoratif berbasis mediasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dengan demikian, qiṣāṣ tidak lagi dipahami secara legalistik-formalistik, tetapi sebagai bagian dari sistem hukum pidana Islam yang adaptif terhadap perkembangan masyarakat modern.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Iswahyudi |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 05:39 |
| Last Modified: | 26 Jun 2025 05:39 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34530 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
