Khusna, Shoffa Sayyidatul (2025) Implementasi Maqāṣid Al-Sharīʿah Dalam Mediasi Pada Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
fixedShoffa Sayyidatul Khusna-101210184-HKI(1)[1].pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Shoffa Sayyidatul Khusna 2024. Implementasi Maqāṣid al-sharīʿah dalam mediasi
Pada Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Ponorogo. Skripsi Jurusan
Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Ponorogo. Pembimbing: Endrik Safudin, M.H. Kata Kunci/Keywords: Mediasi, Maqāṣid al-sharīʿah, Pengadilan Agama. Dalam sebuah hubungan pernikahan, pasti akan terjadi konflik antara suami
dan istri, hal ini tidak dapat dipungkiri karena masing-masing pasangan memiliki ego
masing-masing. Konflik tersebut terkadang dapat diselesaikan secara damai, namun
tidak sedikit pula yang berakhir dengan perceraian. Proses perceraian yang diatur, harus melalui proses persidangan Pengadilan Agama dengan hukum acara yang telah
ditentukan. Proses persidangan gugatan di Pengadilan Agama harus melalui proses
mediasi antara kedua belah pihak yang bersengketa. Mediasi adalah suatu cara dalam
proses penyelesaian sengketa di luar persidangan dengan melibatkan pihak ketiga
yang bertugas mendamaikan para pihak. Mediasi merupakan amanat undang-undang
yang harus dijalankan, agar proses berperkara di pengadilan dapat sesuai dengan asas, yaitu cepat, sederhana, dan biaya ringan. Perlunya pelaksanaan mediasi di pengadilan, khususnya pengadilan agama, adalah untuk menekan angka perceraian yang semakin
tahun semakin meningkat jumlahnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan mediasi
yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam penyelesaian sengketa perceraian di
Pengadilan Agama Ponorogo? bagaimana prinsip-prinsip maqāṣid al-sharīʿah
diterapkan dalam proses mediasi penyelesaian sengketa perceraian di Pengadilan
Agama Ponorogo?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis normatif. Sedangkan teknik
pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif. Dari penelitian yang diakukan skripsi dapat disimpulkan bahwa Penyelesaian
masalah melalui mediasi, juga merupakan perwujudan dari maqāṣid al-sharīʿah, salah satunya yaitu hifdz al-nasl, karena ketika terjadi permasalahan dalam
pernikahan, maka hubungan pernikahan akan rusak dan terjadi permasalahan. Menindaklanjuti maqāṣid al-sharīʿah tersebut, di Indonesia ada keharusan untuk
melakukan mediasi dalam penyelesaian setiap perkara yang masuk ke pengadilan. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisir perkara yang harus diputus, sehingga
dengan mediasi dapat diselesaikan secara damai dan aman.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Endrik Safudin |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 05:32 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 05:32 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/34737 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
