Atika, Dewi (2025) Keterampilan Berbicara Ditinjau Dari Self Efficacy Siswa Kelas IV Pada Pelajaran Bahasa Indonesia di MIN 4 Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
203210042_Dewi Atika_PGMI.pdf Download (977kB) | Preview |
Abstract
Keterampilan berbicara merupakan bagian penting dari pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena berperan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa. Namun, kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika diminta menyampaikan kembali sebuah cerita secara lisan. Kesulitan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya latihan dan rendahnya Self Efficacy. Oleh karena itu, penting untuk meninjau keterampilan berbicara siswa berdasarkan aspek kebahasaan dan nonkebahasaan berdasarkan tingkatan Self Efficacy yang dimiliki masing-masing siswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) keterampilan berbicara siswa kelas IV di MIN 4 Ponorogo yang memiliki Self Efficacy tinggi dalam pelajaran Bahasa Indonesia; (2) keterampilan berbicara siswa kelas IV di MIN 4 Ponorogo yang memiliki Self Efficacy sedang dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan; (3) keterampilan berbicara siswa kelas IV di MIN 4 Ponorogo yang memiliki Self Efficacy rendah dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang telah dikelompokkan berdasarkan hasil angket Self Efficacy ke dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama siswa yang memiliki Self Efficacy tinggi menunjukkan keterampilan berbicara yang baik dari aspek kebahasaan maupun nonkebahasaan. Kedua, siswa yang memiliki Self Efficacy sedang menunjukkan kemampuan yang cukup baik namun masih terdapat kekurangan dalam kelancaran dan gaya. Ketiga, siswa yang memiliki Self Efficacy rendah mengalami kesulitan ditunjukka dengan adanya banyak hambatan dalam keterampilan berbicara, seperti pelafalan yang kurang jelas, kosakata terbatas, dan struktur kalimat yang tidak runtut, sedangkan pada aspek nonkebahasaan, mereka berbicara dengan suara pelan, ekspresi kaku, serta minimnya gerakan atau kontak mata, sehingga membuat penyampaian cerita menjadi lama. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki Self Efficacy tinggi mempunyai keterampilan berbicara yang lebih baik daripada siswa yang memiliki Self Efficacy sedang maupun rendah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Ayunda Riska Puspita |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 01 Sep 2025 02:48 |
| Last Modified: | 01 Sep 2025 02:48 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/35197 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
